"Waktu kemarin, kronologinya sebetulnya kita tidak ada niatan untuk menghina, melainkan seru-seruan gitu. Kita dapat makan itu kan di besek, dan kita tidak makan di sana, melainkan kita dibawa, dibawa, diteng-teng, dan kita seru-seruan, seneng gitu," jelasnya.
Ia juga menanggapi penggunaan kata "geli" yang menjadi perdebatan. Menurutnya, kata tersebut bukan bermaksud merendahkan, melainkan hanya sebagai ungkapan lucu dalam percakapan sehari-hari.
Baca Juga: Tanggapi Video Percakapan Dua Tokoh, Samsul Hidayat: Bahas Badan Pemenangan Pilkada Bogor
"Geli itu bukan berarti jijik, melainkan itu lucu gitu. Saya sendiri pribadi orang Sunda, jadi berbicaranya, iya lucu ya kita seru-seruan bawa, apa namanya, bawa teng-teng ini, bawa berkat ini, lucu banget gitu, seneng banget gitu," lanjutnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa dirinya dan teman-teman justru makan bersama di parkiran. Hal itu dilakukan sebagai bentuk kebersamaan, bukan untuk menghina makanan yang diberikan.