JAKARTA, CEKLISSATU - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama DPR kembali mengadakan seminar online Ngobrol Bareng Legislator, dengan tema ‘Jarimu Harimaumu’ pada Senin 13 Februari 2023.
Seminar Ngobrol Bareng Legislator ini merupakan acara yang diinisiasi dan didukung oleh Kementerian Kominfo, yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, dengan memiliki beberapa tujuan, diantaranya yakni untuk mendorong masyarakat agar mengoptimalkan pemanfaatan internet sebagai sarana edukasi dan bisnis, memberdayakan masyarakat agar dapat memilah dan memilih informasi yang dibutuhkan dan bermanfaat.
Anggota Komisi I DPR RI Krisantus Kurniawan menjelaskan, etika berasal dari kata ethos (Bahasa Yunani) yang berarti karakter, watak kesusilaan atau adat.
Etika dijelaskan dengan membedakan tiga arti, yaitu tentang hak dan kewajiban moral (akhlak), kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak, nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat.
Baca Juga : Petugas Damkar Kabupaten Bogor Berhasil Evakuasi Dua Pelajar yang Terjebak di Sungai Ciliwung
"Penamaan karakter yang efektif dengan tiga pendekatan di atas saat ini sangat diperlukan bagi generasi melenial untuk bekal agar kuat dalam menghadapi tantangan zaman saat ini, termasuk informasi yang tidak benar (hoax)," ujar Krisantus.
Dengan bekal karakter etika yang sesuai dengan nilai kebangsaan, maka generasi muda siap untuk menghadapi gelombang besar di era industry 4.0 ini.
Oleh karena itu, menanamkan karakter etika sebagai wujud implementasi nilai-nilai Pancasila bagi generasi melenial sangat diperlukan.
“Sesuaikan pengunaan media sosial dengan kebutuhan dan minat. Batasi penggunaan media sosial agar anda tidak menjadi candu, dengan mengalokasi waktu pada jam dan durasi tertentu agar lebih fokus dan produktif,” lanjut dia.
Sementara itu, Dirjen Aplikasi Informatika (Aptika) Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan, mengatakan, dampak pandemi dan pesatnya teknologi telah mengubah cara kita beraktivitas dan bekerja. Kehadiran teknologi sebagai bagian dari kehidupan masyarakat inilah yang semakin mempertegaskan kita sedang menghadapi era disubsi teknologi.
“Bersama-sama wujudkan cita-cita bangsa Indonesia dengan menjadikan masyarakat madani berbasis teknologi. . Kemampuan yang kita miliki serta keunggulan yang terus dijaga akan membawa bangsa Indonesia menjadi bangsa yang hebat dan besar, serta menjadi unggul dalam segi sumber daya manusia,” ucap Semuel.
Media sosial bisa dibilang sebagai katalis meluasnya penggunaan internet, karena ia memberikan penggunannya keinginan untuk terus menerus up to date dengan teman atau pengikut.
Dalam fungsinya memberikan informasi, memberikan hiburan dan sebagai media control sosial dan politik, media massa berinteraksi dengan institusi politik lainnya untuk menciptakan sistem politik yang demokratis.
Kandidat Doktor Ilmu Politik FISIP UI, Fikri Tamau menyebut, Internet memberikan hal positif seperti akses informasi yang semakin murah, mudah, dan menjangkau luas.
“Tapi sayangnya, fungsi media sosial sebagai sarana komunikasi dan bertukar pendapat ini, sering dipakai menjadi platform penyebaran ujaran kebencian, debat panas yang terkadang dampaknya bisa sampai berlarut-larut, ucap Fikri.
Secara umum, media memberi peta keterhubungan antara lembaga-lembaga negara, partai politik, masyarakat sipil dan warga negara.
Selanjutnya, Frans Padak Demon selaku International Media Consultant menjelaskan, data Januari 2023, 70 persen dari penduduk Indonesia atau sekitar 212 juta orang terhubung dengan internet. Dari jumlah tersebut, sekitar 192 juta orang aktif di medsos.
Frans mengatakan, terkait etika di dunia maya, tidak berbeda dengan dunia nyata. Dunia internet adalah dunia publik yang berada diluar kendali.
Ia pun membagikan beberap tips menjadi netizen yang beretika. Di antaranya, tidak asal posting atau berkomentar. Selanjutnya, pertimbangkan benar-tidaknya karena dampaknya dapat menyakiti atau merugikan.
Selain itu, netizen harus menjaga privasi diri dan menghargai privasi orang lain. Jangan memposting hanya agar orang lain terkesan, tapi posting sesuatu yang bermanfaat dan menginspirasi demi kebaikan Bersama.
Jika memposting ulang, Anda wajib berikan kredit kapada penulis asal. Jangan posting atau menyebarkan berita/informasi palsu. Hati-hati berbicara atau berkomentar tentang masalah SARA dan jangan terlibat dalam cybercrime apapun.
“Hargai perbedaan budaya, adat, suku agama ketika berinterasi dengan orang lain secara digital. Berbagi informasi yang berguna seperti pandangan ahli atau yang berkompeten daripada berbagi informasi yang tidak jelas asalnya,” tutup dia.