PANGKALPINANG, CEKLISSATU – Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI sekaligus anggota Komisi III DPR RI I Wayan Sudirta mengapresiasi program positif yang digagas Polresta Pangkalpinang dalam memutus mata rantai keterbelakangan pendidikan bagi masyarakat tidak mampu.
Hal tersebut disampaikan Wayan saat melakukan sosialisasi etika dan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) Khusus anggota DPR RI ke Polresta Pangkalpinang, Rabu (16/9/2026).
Dalam kunjungan tersebut, ia menemukan adanya program pendidikan yang menurutnya dapat memberikan kesempatan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk mengenyam pendidikan hingga perguruan tinggi, bahkan ke luar negeri.
“Saya mengapresiasi Program Merajut Akademi dalam memutus mata rantai keterbelakangan Pendidikan yang digagas oleh Polresta Pangkal Pinang ini. Kagum saya karena tiba-tiba polisi mengerjakan urusan Pendidikan juga. Maksud apa? Jadi di sini di kota Pangkalpinang ini Polresta membantu pendidikan dari anak SD SMP SMA perguruan tinggi sampai ke luar negeri. Lalu, apakah polisi mengeluarkan biaya? Untuk itu ternyata malah tidak,” jelas Wayan usai memimpin kunjungan kerja MKD DPR RI ke Polresta Pangkalpinang, Rabu (16/9).
Menurut Wayan, program tersebut tidak menjadikan Polresta Pangkalpinang sebagai pihak yang menanggung biaya pendidikan peserta. Polresta berperan menyiapkan tenaga, pikiran, dan waktu sebagai penghubung agar anak-anak dari jenjang SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi dapat memperoleh akses pendidikan yang lebih luas.
“Jadi, di program ini, Polresta Pangkal Pinang menyiapkan tenaga, pikiran, waktu sebagai penghubung. Agar anak-anak SD SMP SMA perguruan tinggi bisa sampai ke luar negeri dengan cara bekerja sama dengan berbagai perguruan tinggi yang ada, dan sekolah-sekolah yang ada bahkan dengan Pemda setempat juga.”
Atas program tersebut, Wayan berharap langkah yang dilakukan Polresta Pangkalpinang dapat diikuti atau dicontoh oleh Polresta lainnya. Menurutnya, program tersebut dapat membantu anak-anak dari keluarga tidak mampu untuk memperoleh pendidikan terbaik sekaligus terus menggapai cita-cita dan impian mereka.
Sementara itu, Kapolresta Pangkalpinang Kombes Pol. Indra Wijatmiko menjelaskan bahwa pihaknya menargetkan dapat menjaring 150 peserta setiap tahun melalui program tersebut. Hingga saat ini, sebanyak 78 peserta telah mendaftar dalam program Merajut Akademis Memutus Mata Rantai Keterbelakangan Pendidikan.
“Kami juga menyeleksi siapa-siapa saja yang bisa masuk dalam program ini. Dan sebelum memulai Pendidikan, kami lebih dulu memberikan pelatihan berupa nilai-nilai kebangsaan kepada peserta. Dengan memperkuat jiwa nasionalis, setelah mental ideologinya diperkuat, tentu mereka kelak akan ingat bahwa ada uang rakyat yang menjadikan mereka ada di titik tersebut,” jelas Indra Wijatmiko.