JAKARTA, CEKLISSATU.COM - Anggota Komisi III DPR RI, Andi Amar Ma’ruf Sulaiman menyebut, paparan konten daring dengan judul sensasional menjadi salah satu pintu masuk game online terlarang dalam kehidupan bermasyarakat.
Akibat paparan tersebut, menurutnya, masyarakat yang sebelumnya tidak mengetahui, kemudian terjerat aktivitas game online terlarang.
"Apalagi penanganan yang dilakukan selama ini masih cenderung bersifat reaktif. Seperti pemblokiran rekening setelah transaksi terjadi dan kerugian muncul," tutur Andi Amar dalam Rapat Kerja (Raker) dengan Kepala PPATK di Nusantara II, Senayan, Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Baca Juga: Hanya 13 Hari, Polres Cimahi Bongkar 16 Kasus Narkoba dan Game Online Terlarang, 23 Tersangka Diamankan
Legislator dari Fraksi Partai Gerindra itu juga menekankan perlunya langkah pencegahan yang lebih kuat melalui intervensi terhadap situs maupun aplikasi yang terindikasi memfasilitasi game online terlarang.
Menurutnya, upaya tersebut perlu dilakukan melalui kerja sama PPATK dengan penegak hukum serta kementerian yang membidangi ruang digital.
"Kalau kemudian data dari PPATK yang banyak akun dan transaksi mencurigakan di game online terlarang maupun narkoba itu bisa diblokir langsung, saya kira potensi penyelamatan negara luar biasa," ujarnya.
Baca Juga: 6.000 Penerima Bansos Terindikasi Main Judol, Dinsos Kabupaten Bogor Lakukan Ini
Selain itu, ia juga menyoroti banyaknya temuan dan laporan PPATK terkait dugaan kerugian negara yang sempat ramai di ruang publik, namun tidak seluruhnya diketahui tindak lanjut penanganannya.
Kondisi tersebut dinilai dapat menimbulkan pertanyaan publik terkait efektivitas koordinasi antarpenegak hukum.
Menurutnya, penguatan sinergi antara PPATK, aparat penegak hukum, dan kementerian terkait menjadi kunci agar setiap temuan dapat ditindaklanjuti secara jelas dan terukur.
Baca Juga: Mensos Sebut 6 Ribu Penerima Bansos di Bumi Tegar Beriman Terindikasi Dipakai Judol
"Perlu koordinasi yang lebih kuat antar aparat penegak hukum agar pencegahan dan penindakan judi online bisa berjalan berkelanjutan," pungkasnya.