Program dukungan ini meliputi kegiatan reading healing melalui membaca nyaring cerita-cerita menenangkan, story sharing bagi anak-anak untuk mengekspresikan pengalaman dan perasaan mereka, menulis serta menggambar sebagai terapi emosi, penyediaan sudut baca darurat di posko pengungsian, hingga permainan literasi untuk mengurangi ketegangan dan mengembalikan keceriaan anak-anak.
Selepas penyaluran tahap pertama, Forum TBM berencana membuka gelombang penggalangan donasi lanjutan dengan fokus pada pemulihan TBM terdampak, mulai dari perbaikan ruang baca, dukungan bagi TBM yang hilang tersapu banjir, hingga pendistribusian buku pengganti agar kegiatan literasi dapat kembali berjalan. Seluruh proses pemulihan ini akan dikoordinasikan oleh Bidang Program dan Kemitraan Forum TBM .
Panggung Solidaritas juga diisi dengan rangkaian pertunjukan seni dan renungan, seperti estafet puisi nusantara dari berbagai wilayah Indonesia, penampilan Wayang Kali dengan lakon “Lele Gugat”, serta doa lintas agama. Sebagai penutup pengantar, panitia membacakan puisi “Tanda-Tanda” karya Taufiq Ismail, sebagai pengingat bahwa kemanusiaan selalu berawal dari kepekaan membaca tanda-tanda zaman dan menjawabnya dengan empati serta aksi nyata.
Melalui Panggung Solidaritas ini, Forum TBM menegaskan komitmennya untuk menjaga nyala literasi tetap hidup, bahkan—dan terutama—di tengah situasi bencana.