KOTA BOGOR, CEKLISSATU – Festival Ramadan 2025 kembali hadir sebagai ajang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Bogor dengan harga terjangkau, serta memberikan berbagai layanan publik dalam satu tempat.
Acara berlangsung mulai Senin 17 Maret hingga Jumat 21 Maret 2025 di Balai Kota Bogor ini menghadirkan ratusan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), penyedia pangan, serta layanan administrasi bagi warga.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bogor, Rahmat Hidayat, menjelaskan bahwa festival ini telah berlangsung sejak 2023 dan terus berkembang setiap tahunnya.
Baca Juga: Pemkot Bogor Dukung ICMI Islamic Festival Jadi Agenda Tahunan Setiap Ramadan
"Tidak berbayar. Jadi peserta tidak dikenakan sewa tenda, sewa tenant, dan lain-lain. Yang sudah diselenggarakan rutin oleh Pemerintah Kota Bogor sejak tahun 2023," ucap Rahmat Hidayat.
Tahun ini, festival menyediakan 120 booth dan delapan mobil pelayanan, dengan partisipasi 246 UMKM, 16 penyedia pangan, 13 gerai pelayanan publik, serta tujuh retail modern.
Warga dapat membeli berbagai kebutuhan pokok, produk kuliner, hingga fesyen dengan harga lebih terjangkau menjelang Idul Fitri 1446 Hijriah.
Baca Juga: Diskominfo Kota Bogor Tingkatkan Layanan, Anak-anak Bisa Sampaikan Pengaduan dan Saran Lewat Sibadra
Selain itu, festival ini juga bertujuan untuk menjaga kestabilan harga bahan pokok di Kota Bogor.
Tidak hanya sebagai pusat perbelanjaan, festival ini juga menghadirkan beragam layanan publik, mulai dari perpanjangan SIM, pembayaran pajak kendaraan bermotor, penukaran uang baru untuk THR, hingga pemeriksaan kesehatan.
"Selain melayani kebutuhan pokok, kuliner, fashion, dan lain-lain, festival ini juga melayani pengunjung yang ingin perpanjang SIM, pajak kendaraan bermotor, penukaran uang baru, hingga pembayaran pajak bumi dan bangunan," tambah Kepala Diskominfo.
Baca Juga: Balkot Ramadan Fest 2025 Resmi Dibuka, Wali Kota Bogor Ajak Masyarakat Dukung UMKM
Acara ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, baik dalam aspek ekonomi maupun pelayanan publik, serta menjadi ajang kolaborasi bagi berbagai pihak dalam mendukung UMKM dan stabilitas ekonomi di Kota Bogor.