BANDUNG, CEKLISSATU.COM - Evakuasi 200 ton sampah di Jalan Dakota menjadi langkah cepat Pemkot Bandung dalam menghadapi kondisi darurat sampah yang terjadi akibat pembatasan pembuangan ke TPA Sarimukti.
Untuk mengangkut 200 ton sampah itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung menggunakan 12 armada truk, pada Kamis (13/11/2025) malam.
Sebelumnya, lokasi tersebut dipenuhi sampah yang menciptakan kesan kumuh, berada tepat di pinggir Jalan Dakota dan dekat ruas Jalan Tol Pasteur.
Baca Juga: Bandung Darurat Sampah Nasional, Tumpukan Menggunung di Sejumlah Titik
Kondisi itu bukan hanya mengganggu pemandangan, tetapi juga membahayakan lalu lintas serta menimbulkan bau menyengat.
Para pedagang makanan di sekitar lokasi pun turut terdampak karena banyaknya lalat yang beterbangan.
Setelah sampah dibersihkan, warga sekitar merasa lega, dan mereka berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi di Kota Bandung.
Baca Juga: Atasi Darurat Sampah, Pemkot Bandung Genjot Penggunaan Insinerator Ramah Lingkungan
"Alhamdullilah sekian bulan menumpuk akhirnya sampah yang menimbulkan bau tidak sedap, dan banyak lalat, kini lingkungan menjadi lebih layak dan bau yang selama ini mengganggu mulai hilang," kata warga sekitar Heni, Jumat (14/11/2025).
Sementara itu, Pemerintah Kelurahan Sukaraja mengimbau warga agar tidak membuang sampah sembarangan, terutama di tengah pembatasan kuota pembuangan ke TPA Sarimukti yang saat ini masih diberlakukan.
"Bahwa partisipasi warga sangat penting agar penumpukan sampah tidak terulang, terlebih kapasitas pembuangan sedang dibatasi," kata Hendri Kasi Lingkungan Hidup Kelurahan Sukaraja.
Baca Juga: Puncak Darurat Sampah, Pengurus Lingkungan Diminta untuk Kooperatif Bayar Iuran ke DLH
Pemerintah Kota Bandung menyampaikan, bahwa untuk mengantisipasi timbunan sampah akibat pembatasan ke TPA Sarimukti, berbagai fasilitas pengolahan sampah di tingkat TPS tengah dipercepat pembangunannya.
Rencana tersebut mencakup penambahan alat pengolah sampah organik hingga alat pemusnah berbasis teknologi panas (thermal).