JAKARTA, CEKLISSATU - Komisi D DPRD DKI Jakarta meminta Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta menyiapkan beberapa langkah antisipasi dalam penanganan banjir di Jakarta.
Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Ali Lubis mengatakan, salah satu langkah untuk antisipasi banjir yang bisa dilakukan adalah pengerukan kali dan sungai.
Pengerukan tersebut menjadi bagian dari upaya pengendalian banjir terpadu dan berkelanjutan sebagai program prioritas 100 hari pertama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno.
Baca Juga: Tanggulangi Banjir Jakarta, DPRD DKI Jakarta Apresiasi Rencana Normalisasi Kali Ciliwung
Selain itu, Pemprov DKI Jakarta perlu mengoptimalisasi infrastruktur yang ada melalui perbaikan, renovasi, dan pemeliharaan, serta memastikan kesiapsiagaan petugas teknis di lapangan.
Sehingga bisa memastikan respons yang cepat dan efektif dalam menghadapi potensi bencana.
“Saya usulkan agar program penanganan banjir harus mengedepankan pencegahan,” kata dia, dalam keterangannya, Minggu 2 Maret 2025.
Baca Juga: Sungai Cisarapati dan Cijayanti Babakan Madang Meluap Sebabkan Banjir, 243 Jiwa Terdampak
Ia mengatakan, Komisi D DPRD DKI Jakarta akan mendukung dan terus mengawal program prioritas Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, termasuk dalam 100 hari pertama kepemimpinan.
Di antaranya, pengerukan sungai dan pembangunan tanggul sebagai langkah mitigasi secara rutin untuk mencegah banjir rob. Artinya, memastikan Jakarta lebih tangguh terhadap bencana.
“Yang penting program tersebut bisa dilaksanakan secara maksimal,” kata Ali.
Namun, ia mengimbau Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta segera menyisir gorong-gorong di Jakarta untuk mencegah banjir.
Baca Juga: Cegah Banjir Besar, Pemprov DKI Jakarta Bakal Kembali Lakukan OMC
Tujuannya, tidak ada penumpukan sampah di gorong-gorong. Memastikan semuanya berfungsi ketika menghadapi musim hujan.
“Pemprov DKI Jakarta harus merapikan semua selokan atau gorong-gorong yang ada di pemukiman warga,” kata Ali.