BOGOR, CEKLISSATU.COM - Bank sampah dinilai menjadi salah satu solusi efektif dalam pengolahan sampah bernilai ekonomis yang mampu mengurangi timbunan limbah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat, Uden Dida Efendi, menyebut pengolahan sampah, khususnya sampah organik, dapat menghasilkan produk bernilai jual seperti pupuk organik yang berpotensi menambah pendapatan warga dan mendukung sektor pertanian berkelanjutan di Jawa Barat.
Langkah tersebut dinilai dapat menjadi solusi ganda untuk mengatasi persoalan lingkungan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.
Baca Juga: Bandung Siapkan 220 Titik Pengolahan Sampah, Target Pangkas 125 Ton Sampah per Hari
Uden mengatakan, sampah organik yang selama ini dianggap sebagai limbah sebenarnya memiliki nilai manfaat ekonomi apabila dikelola secara tepat.
Menurutnya, pupuk organik yang dihasilkan dari pengolahan sampah dapat dimanfaatkan sendiri oleh masyarakat untuk mengurangi biaya bercocok tanam.
Selain itu, produk tersebut juga memiliki nilai jual yang dapat dipasarkan kepada petani maupun pelaku usaha pertanian.
"Pengolahan sampah organik menjadi pupuk memiliki potensi ekonomi yang cukup besar. Pupuk yang dihasilkan dapat digunakan sendiri untuk mengurangi biaya bercocok tanam atau dijual kepada petani dan pelaku usaha pertanian," ujar Uden, Kamis (25/6/2026).
Uden menjelaskan, peluang ekonomi akan semakin besar apabila pengolahan sampah dilakukan secara kolektif melalui kelompok masyarakat, bank sampah, maupun komunitas lingkungan.
Menurut Uden, model pengolahan sampah bersama tidak hanya memperkuat upaya pengurangan sampah, tetapi juga membuka peluang usaha baru yang dapat menambah pendapatan warga.
"Bahkan jika dikelola secara kolektif melalui kelompok masyarakat atau bank sampah, kegiatan ini dapat menciptakan peluang usaha baru dan menambah pendapatan warga. Jadi selain menjaga lingkungan, pengolahan sampah juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya.
Selain memberikan manfaat ekonomi, Uden menilai pengolahan sampah organik menjadi pupuk juga memiliki peran strategis dalam mendukung sektor pertanian di Jawa Barat.
Uden mengatakan, penggunaan pupuk organik dapat membantu memperbaiki struktur tanah dan menjaga kesuburan lahan pertanian dalam jangka panjang. Kondisi tersebut dinilai penting untuk menjaga produktivitas pertanian di tengah berbagai tantangan yang dihadapi petani.
Baca Juga: Menteri LH Minta Daerah yang Melaksanakan PSEL Siapkan Pemilahan Sampah dari Hulu Secara Masif
Di sisi lain, keberadaan pupuk organik lokal juga dapat menjadi alternatif bagi petani untuk mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia yang harganya kerap mengalami fluktuasi.
"Pengolahan sampah organik menjadi pupuk memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan sektor pertanian Jawa Barat. Penggunaan pupuk organik dapat membantu memperbaiki struktur dan kesuburan tanah dalam jangka panjang sehingga produktivitas pertanian tetap terjaga," katanya.
Menurut Uden, ke depan diperlukan integrasi antara pengelolaan sampah dan sektor pertanian agar manfaat yang dihasilkan semakin luas.
Dengan pola tersebut, persoalan sampah dapat dikurangi sekaligus mendukung terciptanya sistem pertanian yang lebih berkelanjutan.
Uden menegaskan keberhasilan pengelolaan sampah tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah.
Peran aktif masyarakat menjadi faktor penting dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan produktif.
Baca Juga: Revitalisasi TPS3R Katulampa Rampung, Begini Rencana Besar Tempat Penampungan Sampah 900 Keluarga
"Pengelolaan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab bersama. Jika masyarakat mulai memilah dan mengolah sampah dari rumah, maka kita tidak hanya mengurangi beban lingkungan, tetapi juga menciptakan manfaat ekonomi dan mendukung ketahanan pangan. Mari bersama-sama mewujudkan Jawa Barat yang bersih, sehat, dan berkelanjutan," katanya.