BANDUNG, CEKLISSATU.COM - Wakil Ketua DPRD Jabar, Ono Surono meninjau progress pembangunan trase baru Batutulis di Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.
Peninjauan dilakukan untuk memastikan pembangunan trase baru Batutulis Bogor berjalan sesuai target, selesai pada Oktober 2026.
"Pembangunan trase baru Batutulis Bogor ini sudah berjalan. Konstruksi dibiayai melalui APBD Provinsi Jabar, sedangkan pembebasan lahannya dilakukan Pemerintah Kota Bogor," kata Ono Surono.
Baca Juga: Proyek Jalan Batutulis Bikin Kotor, DPRD Kota Bogor Soroti Kinerja Kontraktor
Dalam peninjauan, Ono Surono mengapresiasi atas pembangunan trase baru Batutulis di Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor yang telah lama dinantikan masyarakat.
Menurutnya, sinergi antara Pemerintah Provinsi Jabar dan Pemerintah Kota Bogor menjadi kunci percepatan penyelesaian proyek.
Berdasarkan laporan pelaksana proyek, proses pembangunan trase baru Batutulis di Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor telah mencapai 22%.
Baca Juga: Trase Baru Batutulis Segera Dibangun, Walikota Bogor Pastikan Selesai Tepat Waktu
Ono Surono berharap proyek dapat selesai sesuai target pada Oktober 2026, dan dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat.
"Insyaallah Oktober 2026 nanti pembangunan selesai, yang dibangun bukan hanya jalannya. Tetapi juga sistem drainase, taman, dan penghijauan kembali kawasan Leuweung Batutulis. Kawasan tersebut akan dihijaukan kembali sebagai bagian dari upaya mencegah terjadinya longsor di masa mendatang,” jelas Ono Surono.
Selain meninjau progres pembangunan, Ono Surono pun memberikan perhatian terhadap pelaksanaan pekerjaan di lapangan agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat.
Ia mengingatkan pelaksana proyek untuk menjaga kebersihan jalan dari material yang terbawa kendaraan proyek.
Melalui peninjauan itu, tambah Ono Surono, DPRD Jabar menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pembangunan infrastruktur strategis agar selesai tepat waktu, berkualitas, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pembangunan trase baru Batutulis Bogor diharapkan tidak hanya memulihkan akses transportasi yang sempat terputus akibat longsor, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mitigasi bencana melalui pembangunan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.