BOGOR, CEKLISSATU - Pernyataan Wali Kota Bogor, Bima Arya saat sambutan di acara Cap Go Meh (CGM) Bogor Street Festival 2023 soal 'mengkampanyekan' wakilnya, Dedie A. Rachim untuk meneruskan jabatan wali kota di 2024 mendatang, mendapat reaksi dari berbagai pihak.
Teranyar, Dosen Komunikasi Politik FISIB Universitas Pakuan (Unpak) Kota Bogor, David Rizar Nugroho angkat bicara. Menurutnya, ajang budaya pesta rakyat CGM tidak seharusnya di 'Bumbui' pesan politik.
"Harus pakai etika. Jadi, kalau acara itu momen budaya harusnya tidak dibumbui dengan pesan politik. Biarkan budaya itu berjalan sesuai dengan nilai-nilai budaya yang ada," ucapnya pada Selasa, 7 Februari 2023.
Baca Juga : Residivis Narkoba Kembali Beraksi, Polisi Ringkus Pelaku
David menyebut bahwa jika sponsor politik, atribut politik, atau pesan politik sebaiknya dihindari saat acara CGM Bogor Street Festival, sebab CGM ini murni menjadi ajang budaya yang bisa mempersatukan semua elemen warga Kota Bogor.
Terlebih, masih kata David, sosok Bima Arya saat hadir di CGM bukan sebagai politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN), melainkan sebagai Wali Kota Bogor alias pejabat publik.
"Idealnya begitu, Bima Arya bukan datang sebagai tokoh atau perwakilan PAN. Dia bertindak sebagai kepala daerah di Kota Bogor. Yang jadi masalah, Bima ini pejabat publik. Kalau misal saya yang seorang akademisi atau pengamat ngomong itu tak akan jadi masalah," tegasnya.
David menilai apa yang dilakukan Bima Arya di CGM merupakan tindakan kurang elok lantaran dapat mencederai etika politik, bahkan merusak acara CGM yang merupakan ajang budaya warga Kota Bogor.
"Tidak elok dan tidak etis apa yang disampaikan Bima Arya sebagai Wali Kota Bogor mengendorse wakilnya sebagai calon penerusnya," jelasnya.
David menegaskan, apa yang dikatakan Bima Arya dinilai terlalu cepat, karena melihat masih terlalu dini untuk mengujarkan hal tersebut kepada khalayak ramai.
"Endorse atau ajakan itu ya bukan bumbu lagi, karena itu sudah jelas. Dimana Bima menggunakan momentum itu untuk mempersuasi orang. Persoalan itu membentur aturan atau tidak, karena kampanye belum dimulai. Jadi yang disebut pelanggaran kampanye itu saat sudah masuk kampanye. Tapi, ini (kampanye) belum dimulai. Jadi lebih cocok disebut melanggar etika politik," ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto secara terang-terangan mendukung Dedie A. Rachim yang saat ini menjadi wakilnya untuk maju di Pilkada 2024 menggantikan dirinya kelak.
"Hari ini saya didampingi oleh soulmate saya yang Insyaallah wali kota Bogor mendatang yakni Wali Kota Bogor, Kang Dedie A. Rachim," ucap Bima dalma sambutannya sebelum pembukaan Cap Go Meh (CGM) Bogor Street Festival 2023 pada Minggu, 5 Februari 2023.
Tak hanya itu, Bima juga meminta restu kepada ribuan warga yang memadati CGM agar mendukung Dedie sebagai suksesornya. "Diaminkan tidak? terima kasih," tanya Bima Arya kepada warga yang disambut riuh "Aamiin".
Selain mengkampanyekan Dedie A. Rachim, Bima pun turut mengkampanyekan Ridwan Kamil yang saat ini sebagai Gubernur Jawa Barat, sebab Kang Emil sapaan karibnya tahun ini semasuki masa akhir jabatannya hingga September 2023.