KOTA BOGOR, CEKLISSATU – Inovasi baru bermunculan dalam tata kelola pasar di Kota Bogor. Mulai dari kehadiran unit bisnis UB Mart, revitalisasi sejumlah pasar, hingga wajah baru pembangunan pasar Sukasari.

Hal itu disampaikan Direktur Utama (Dirut) Perumda Pasar Jaya (PPJ) Kota Bogor, Jenal Abidin usai mengikuti podcast Morning Fresh Ceklis TV di studio podcast Ceklis Satu, Jumat (14/02/2025).

Jenal Abidin menyebutkan bahwa pihaknya telah menyusun rencana kerja untuk lima tahunan dalam rencana bisnis. Dari bisnis tersebut diturunkan menjadi rencana kerja anggaran setiap tahun.

“Ada beberapa program yang menjadi prioritas di tahun 2025 ini, salah satunya adalah menyelesaikan Pasar Sukasari yang sudah tinggal 15 persen lagi selesai,” ungkap Jenal Abidin kepada ceklissatu.com.

Baca Juga: Revitalisasi Pasar Sukasari Capai 80 Persen, Perumda PPJ Kota Bogor Targetkan Lantai Dasar Sudah Bisa Diisi Pedagang Akhir Oktober

“Kemudian Pasar Merdeka sudah mulai dilakukan revitalisasi, sekarang sedang dalam proses perizinan. Ketiga adalah kita coba mulai rencana revitalisasi plaza dan pasar Bogor,” tambahnya.

Selanjutnya kata Jenal Abidin, PPJ Kota Bogor mempunyai inovasi pengembangan bisnis dan telah berjalan kurang lebih tiga bulan, yaitu UB Mart.

“UB Mart nanti sebagai alat untuk memenuhi kebutuhan pokok, minimal para pegawai. Seperti beras, minyak, dan bahan pokok lainnya itu untuk para pegawai, kita sediakan melalui UB Mart,” terangnya.

Kemudian pangsa pasar ke depan, PPJ ingin UB Mart ini menjadi suplayer kebutuhan beras untuk para pegawai BUMD dan para Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pemkot Bogor. Hal itu salah satu program yang sedang dikembangkan.

Baca Juga: HUT Ke-79 PWI dan HPN 2025: PWI Kota Bogor Menggelar Turnamen Biliar, Berikut Ini Jadwalnya

Sedangkan untuk pasar, Jenal Abidin menyatakan, dalam membangun pasar harus dilengkapi dengan sarana prasarana. Termasuk fasilitasnya, pengembangan IT. Salah satunya saat ini di pasar Sukasari.

PPJ Kota Bogor 2.webp

“Di Pasar Sukasari akan disiapkan sarana prasarana guna meningkatkan layanan kepada para pengunjung pasar dan memudahkan akses terhadap belanja di pasar,” tuturnya.

“Jadi, orang datang ke pasar itu tidak hanya untuk belanja, tetapi sekalian rekreasi, berwisata. Yang belum mungkin hanya pembantu rumah tangga datang ke pasar,” lanjutnya.

“Sekarang target kita adalah bagaimana bisa ibu rumah tangga kemudian bapak-bapak, anak-anak juga semua berkunjung ke pasar,” harap Jenal Abidin.

Baca Juga: Proses Lelang BTS BISKITA di Kota Bogor Ditargetkan Selesai Februari, Operasional Diharapkan Maret

Saat ditanya terkait kelebihan pasar Sukasari. Jenal Abidin membeberkan bahwa pasar Sukasari telah dibuatkan sistem drainase dan sanitasi.

Di antaranya menyiapkan Ground Water Treatment (GWT). Bertujuan menampung air hujan yang turun di atas pasar, dan diolah menjadi air bersih.

“Kedua, sampah yang tadinya berada di luar pasar kita masukan juga. Sehingga sampah di pasar itu tidak menyatu dengan sampah warga sekitar,” terangnya.

“Jadi ada terpisah, sehingga kita akan mudah untuk memantau berapa sebetulnya sampah pasar ini,” lanjutnya.

Baca Juga: Cegah Food Waste, Kota Bogor Dorong Surat Edaran Penyelamatan Pangan

Ketiga kata Jenal Abidin, dalam rangka menghemat efisiensi. Mulai dari listrik, udara segar atau AC semuanya dihemat. Gedung pasar tersebut didesain sealami mungkin supaya terjadi efisiensi.

“Listrik sistem penerangannya kita siapkan. Selanjutnya system drainase udara. Kenapa bangunan atapnya tinggi, itu juga menjadi salah satu faktor atau indikator melakukan efisiensi di Perumda,” tegasnya.

Fasilitas lainnya di pasar Sukasari yaitu dilengkapi CCTV, terpasang juga tempat atau ruangan untuk lactase. Ada ruang keamanan terintegrasi dengan ruang kesehatan. Pihaknya mencoba pasar Sukasari ini menjadi pasar yang ber-SNI.

“Tahun ini mudah-mudahan kita dapat laba itu sekitar Rp3,5 miliar target kami di tahun 2025. Yang akan masuk ke Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekitar 55 persennya,” jelas Jenal Abidin.

Baca Juga: Morning Fresh Ceklis TV Bersama Dirut Perumda PPJ Kota Bogor, Menanti Wajah Baru Pasar Sukasari

“Alhamdulillah dari tahun 2019 ini Perumda Pasar walau pun kecil dari keuntungan 300-an, sekarang sudah Rp1,2 miliar di tahun 2024,” tambahnya.

Guna menjawab kategori pasar modern, Jenal Abidin mengatakan, hal itu dibuktikan dengan adanya keterlibatan teknologi di dalam pasar. Baik dari sistem pembayaran dan digitalisasi. Kemudian profesional dari sisi pengelolaan, sehat dan modern. 

“Ayo kepada masyarakat Kota Bogor khususnya, untuk datang ke pasar Sukasari dalam memenuhi kebutuhan pokoknya. Sekarang baru ada di lantai basement 1 sudah diisi para pedagang,” ujarnya. 

“Tinggal kita menunggu, mudah-mudahan setelah Lebaran ini bisa berfungsi semua untuk bangunan pasar Sukasari,” jelas Jenal Abidin.

Untuk diketahui, Pasar Sukasari Kota Bogor nantinya total akan dapat menampung sebanyak 640 kios los.