Pria yang berdomisili di kawasan Rumpin, Bogor Barat itu dikenal konsisten memperjuangkan penguatan ekonomi daerah. Menurutnya, kondisi usaha saat ini memang tengah menghadapi tantangan global akibat konflik internasional, termasuk perang antara AS, Israel dan Iran. Meski begitu, ia menilai ekonomi daerah masih cukup stabil.
“Daya beli masyarakat masih terjaga, artinya secara makro ekonomi daerah tidak terlalu terganggu,” ujarnya.
Jika dipercaya memimpin KADIN Kabupaten Bogor, Difur mengaku siap mendukung program kepala daerah, terutama dalam sektor infrastruktur, perdagangan, hingga penguatan investasi daerah.
Ia juga menegaskan pentingnya profesionalisme dalam pengisian jabatan strategis di BUMD. Menurutnya, pengalaman organisasi di KADIN bisa menjadi salah satu tolok ukur dalam memilih direksi maupun dewan pengawas BUMD.
“Tolok ukurnya memang KADIN. Contohnya Pak Rosan dan Pak Erick Thohir yang juga pernah aktif di KADIN. Jadi intinya memang harus orang profesional,” tegas Difur.
Selain masuk dalam bursa Ketua KADIN Kabupaten Bogor 2026–2031, mantan Ketua Senat FISIP UMJ 1994 sekaligus aktivis Reformasi 1998 itu juga disebut-sebut masuk dalam bursa calon Direktur Utama Perumda Pasar Tohaga.