JAKARTA, CEKLISSATU -- Kementerian Lingkungan Hidup melaunching program Asta Pesantren sebagai gerakan gaya hidup sadar sampah di lingkungan Pondok Pesantren (Ponpes). Giat tersebut menjadi salah satu rangkaian Hari Peduli Sampah Nasional 2025.
Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq mengatakan, pengelolaan sampah yang baik adalah bagian dari tanggung jawab manusia di bumi.
"Ponpes mempunyai peran besar dalam membentuk karakter santri yang berwawasan lingkungan," ungkapnya, seperti dikutip pada Senin (10/03/2025).
Hanif Faisol menyebutkan, ponpes bisa menjadi percontohan dalam pengelolaan sampah yang efektif. Hingga tidak ada lagi sampah yang berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
Berdasarkan data KLH pada 2023 timbunan sampah nasional mencapai 56,63 juta ton. Sedangkan tingkat pengelolaan sampah baru sebanyak 93 persen dari target seratus persen pada 2025.
Maka itu, Ponpes didorong mengadopsi pola hidup yang lebih ramah lingkungan dengan menerapkan langkah-langkah konkret.
Baca Juga: Sikapi Aduan Warga, Menteri LH Hanif Faisol Tinjau Kawasan Ekonomi Khusus MNC Lido
Di antaranya mengurangi sampah dengan menghindari penggunaan produk sekali pakai. Kemudian mengelola sisa makanan dengan metode kompos (pakan maggot), sampai mendirikan bank sampah.
"Jika setiap santri menghasilkan 0,5 kilogram sampah per hari, maka di Ponpes Al-Muhajirin saja akan ada 3.500 kilogram (3,5 ton) sampah per hari. Ini angka yang cukup besar. Kami berharap pesantren dapat menjadi contoh bagi masyarakat," pungkasnya.