BANDUNG, CEKLISSATU.COM – Keracunan MBG (Makanan Bergizi Gratis) kembali terjadi lagi di Kabupaten Bandung Barat.

Kali ini, puhan siswa SMKN 1 Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, dilaporkan mengalami keracunan MBG, Rabu (24/9/2025).

Peristiwa ini menambah daftar panjang insiden serupa, menjadikannya kasus ketiga keracunan MBG dalam beberapa hari terakhir di wilayah KBB.

Baca Juga: Lagi, Puluhan Siswa SMK di Bandung Barat Diduga Keracunan MBG

Menurut informasi dari pihak sekolah, gejala yang dialami para siswa meliputi mual, muntah, pusing, dan diare beberapa jam setelah menyantap makanan MBG yang dibagikan pada siang hari.

Beberapa siswa harus mendapatkan penanganan medis di puskesmas terdekat, sementara lainnya dirujuk ke rumah sakit untuk observasi lebih lanjut.

Insiden tersebutq menimbulkan kekhawatiran di kalangan orang tua dan masyarakat, apalagi diketahui dua kasus serupa sebelumnya juga terjadi di Kecamatan Cipongkor, KBB.

Baca Juga: Korban Keracunan MBG Naik hingga 214 Orang, Dinkes Kota Bogor Lakukan Investigasi

Dua dapur penyedia MBG yang berbeda diketahui menjadi sumber makanan pada dua kejadian tersebut.

Dinas Kesehatan KBB telah turun tangan untuk menyelidiki penyebab keracunan MBG itu.

Sampel makanan telah diambil untuk uji laboratorium, dan distribusi MBG dari dapur terkait untuk sementara dihentikan.

Baca Juga: Banyak Keracunan Massal, DPR Minta Evaluasi Total Program MBG

“Kami mendalami seluruh rantai distribusi makanan, mulai dari penyedia bahan baku hingga proses pengolahan. Ini sudah menjadi kejadian ketiga dan perlu penanganan serius," kata Plt Kadinkes Kabupaten Bandung Barat, Lia N Sukandar, Rabu (24/9/2025).

Bupati Kabupaten Bandung Barat l, Ritchie Ismaial atau Jeje mengatakan, kasus keracunan masal yang terjadi pekan inu sudah ketiga kalinya, hampir 400 lebih siswa dari beberapa sekolah mulai dari SD, SMP dan SMA/SMK.

Jeje mengatakan, proses investigasi sedang berjalan, dan telah Pemkab Bandung Barat telah menetapkan keracuna massal itu dengan status Kejadian Luar Biasa (KLB) agar langkah penanganan medis dan pencegahan bisa lebih cepat.

Baca Juga: Cek Kelayakan MBG, Kadisdik Kota Bogor Sidak SMPN 1 Bogor

Jeje menyampaikan keprihatinannya atas peristiwa yang mengakibatkan ratusan siswa menjadi korban akibat keracunan MBG.

“Saya turut prihatin dan menyampaikan doa serta dukungan bagi seluruh siswa dan keluarga yang terdampak. Keselamatan dan kesehatan siswa adalah prioritas utama kami,” katanya.

Pihak kepolisian juga dikabarkan telah membuka penyelidikan untuk mengetahui adanya unsur kelalaian atau pelanggaran dalam proses penyediaan makanan MBG.