BANDUNG, CEKLISSATU – Kondisi air tanah di Bandung makin kritis, sehingga Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melakukan pembatasan penggunaan air tanah.
Kondisi muka air tanah di Kota Bandung mengalami penurun itu mengancam penurunan muka tanah.
. Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengatakan, saat ini pemkot telah membatasi penggunaan air tanah. Pemkot juga meminta agar masyarakat turut aktif menjaga konservasi air tanah.
Baca Juga : 115 Karya Kolaborasi Seniman Bandung di Grey Art Gallery
"Penggunaan air tanah itu kenapa saat ini dibatasi, karena konsekuensinya pasti terjadi. Kalau muka air tanah diambil terus, itu terjadi penurunan tanah, nah itu membahayakan ya," kata Yana di Bandung, Jumat 3 Februari 2023.
Yana berharap masyarakat bijak dalam memanfaatkan air tanah. Ia juga mengatakan, saat ini pemkot tengah berupaya menabung ata u membuat cadangan air dengan membuat kolam retensi, biopori, drumpori dengan kapasitas 200 liter.
"Jadi kalau air hujan yang datang menetes ke rumah kita, itu semua masuk ke lahan kita, ditampung, kita bisa jaga sama-sama air tanah. Jadi itu tugas kita semua lah, bukan tugas pemerintah saja," tutup Yana.
Sebelumnya, hasil kajian Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan (PATGL) Badan Geologi menyebut kondisi muka air tanah di Bandung Raya kritis. Muka air tanah di Kota Bandung dan sekitarnya semakin menurun sekitar 60 meter hingga 100 meter.