JAKARTA, CEKLISSATU - Pemerintah DKI Jakarta mewajibkan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menggunakan transportasi umum setiap hari Rabu.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung pada hari ini  akan melantik sejumlah pejabat di Balai Kota Jakarta.

Dia mengingatkan agar pejabat yang akan dilantuk untuk menggunakan trasnportasi umum menuju lokasi pelantikan.

Baca Juga: Beri Contoh ASN Jakarta, Pramono Anung: Besok Saya Ngantor Gunakan Transum

Hal itu sebagai upaya Pemprov DKI Jakarta memberikan contoh dan mendorong penggunaan transportasi publik di kalangan ASN.

"Saya sudah wanti-wanti, kalau ada pejabat yang datang ke balai kota, ketika mau dilantik, tidak menggunakan transportasi umum, yang seperti itu tidak akan saya lantik," ujar Pramono di Gedung Transport Hub MRT Jakarta-Dukuh Atas, Rabu (7/5/2025).

Pramono menyampaikan, kebijakan ini dijalankan sebagai bentuk komitmen Pemprov DKI untuk menggalakkan penggunaan transportasi umum dan mengurangi kendaraan pribadi.

Baca Juga: Tiap Rabu ASN Pemprov DKI Jakarta Wajib Naik Transum, Pramono Anung: Nantinya Bakal Digratiskan  

Pramono menyampaikan bahwa dirinya juga tetap akan menggunakan transportasi umum dalam kegiatan sehari-hari. 

Ia berharap, penggunaan transportasi umum ini bisa menekan angka kemacetan di Jakarta serta mengurangi polusi udara.

"Karena ini bagian dari kita memberikan contoh, saya sendiri saja tetap naik transportasi umum," katanya.

Baca Juga: Tiap Rabu ASN DKI Jakarta Wajib Naik Transum, Kecuali Ini  

Sebelumnya, Pramono menegaskan penentuan nama-nama pejabat yang akan dilantik untuk posisi wali kota, kepala dinas, dan kepala biro dilakukan secara profesional dan berdasarkan rekam jejak. Hal ini disampaikannya terkait rotasi wali kota di sejumlah kota administrasi.

Ia menjelaskan, proses pemilihan melibatkan berbagai pihak, baik di dalam maupun di luar balai kota, termasuk Biro Kepegawaian, Kementerian Dalam Negeri, dan DPRD. Pramono memastikan, hampir semua pejabat yang dipilih telah melalui proses pendalaman yang menyeluruh.

"Hampir semua yang kita pilih, kita akan tetapkan, mudah-mudahan tidak ada persoalan yang bersifat personal," ungkapnya.

Baca Juga: Pemprov DKI Jakarta Siapkan 6 Taman Beroperasi 24 Jam, Distamhut: Warga yang Beraktivitas Akan Didata

Menurutnya, pendalaman rekam jejak yang dilakukan tidak berkaitan dengan preferensi politik individu, melainkan fokus pada kemampuan dan kesediaan untuk bekerja secara solid dalam tim.

"Kami ingin orang-orang yang membantu atau menjadi tim balai kota ini, tim yang bekerja dengan solid untuk lima tahun ke depan," tandas Pramono.