Selain itu lanjut Akew, pada event kali ini atlet-atlet dari luar negeri yang ikut ada sekitar 10 peserta yang mendaftar dengan menggunakan paspor.
"Hanya saja kalau mereka menang mereka tidak naik podium. Karena kita memang khusus untuk nasional atau warga negara Indonesia (WNI)," jelasnya.
Tetapi para peserta tersebut memang tertarik ingin ikut kegiatan ini. Dan sebelumnya pihaknya menyampaikan dengan catatan kalau menang tidak naik podium.
Saat ditanya terkait adanya peserta inklusif, Akew mengatakan, harus ada kegiatan yang memang untuk mereka bahwa event Marathon di Indonesia saat ini selalu untuk non disabilitas.
"Saya rasa teman-teman disabilitas banyak yang ikut juga. Nah, oleh karena itu Bogorun membuka kesempatan untuk itu. Hanya saja untuk tahun ini kita masih eksebisi, nanti mungkin tahun depan akan kita buka open," ucapnya.
Sementara itu, Bupati Bogor, Rudy Susmanto mengatakan, event dengan nama Taman Budaya Bogorun ini dalam arti menyatukan dua bahasa, dua budaya, serta mengandung arti dalam bahasa Sunda Bogorun atau bareng-bareng.