BANDUNG, CEKLISSATU.COM - Sebanyak 212 Aparatur Sipil Negara (ASN) resmi dilantik oleh Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, dalam upacara pengambilan sumpah jabatan di Plaza Balai Kota Bandung, Selasa (9/9/2025).
Dari jumlah tersebut, 208 di antaranya merupakan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang didominasi oleh tenaga kesehatan.
Jumlah tersebut terdiri dari 4 CPNS yang telah menjalani masa percobaan satu tahun dan 208 PPPK yang terbagi atas 4 tenaga guru, 183 tenaga kesehatan, serta 21 tenaga teknis.
Baca Juga: Penataan Non ASN di Bandung: Tak Perlu Tes Ulang, 7.375 Pegawai Masuk Skema PPPK Paruh Waktu
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menegaskan, status sebagai PNS maupun PPPK bukan sekadar administratif, tetapi amanah pengabdian.
"Saudara dituntut bukan hanya bekerja sesuai tupoksi, tetapi juga menghadirkan solusi, memberi pelayanan yang humanis, dan menjaga citra Pemerintah Kota Bandung di mata masyarakat," ujar Farhan dalam sambutannya.
Farhan juga mengingatkan agar para ASN tidak menyia-nyiakan kesempatan yang telah diraih.
Baca Juga: 2.703 PPPK Dilantik, Pramono Minta Pegawai Junjung Tinggi Etika dan Integritas
"Tidak semua orang mendapat kesempatan yang sama. Saudara yang berdiri di sini adalah orang-orang pilihan. Tunjukkan bahwa saudara layak mengemban amanah ini," katanya.
Lebih lanjut, Farhan menekankan kembali pentingnya integritas di lingkungan pemerintahan Kota Bandung.
Ia menyebut, Kota Bandung kini menjadi perhatian serius lembaga penegak hukum, dan ini sejalan dengan salah satu visi mewujukan kota Bandung yang Amanah.
Baca Juga: Usai Resmi Dilantik, CPNS dan PPPK Ungkapkan Rasa Syukur hingga Apresiasi Pemkab Bogor
"Integritas itu sangat penting. Kota Bandung sekarang betul-betul menjadi salah satu contoh baik bagi Kejaksaan Agung hingga Kejaksaan Negeri, juga menjadi perhatian Pengadilan Negeri," tuturnya.
"Bahkan KPK berkomunikasi sangat intens dengan unit-unit kerja di Pemkot. Semua ini adalah upaya kita untuk mewujudkan visi Bandung Amanah," imbuh Farhan.
Khusus kepada tenaga kesehatan yang jumlahnya mendominasi formasi PPPK, Farhan berpesan agar terus meningkatkan mutu layanan sekaligus kemampuan komunikasi.
Baca Juga: Sampaikan Pesan ke PPPK dan CPNS Baru, Ketua DPRD Kabupaten Bogor Soroti Pentingnya Integritas
"Banyak peristiwa yang mengingatkan kita bahwa pelayanan kesehatan tidak hanya soal keterampilan medis, tetapi juga kemampuan berkomunikasi dengan masyarakat. Itu harus kita perbaiki bersama," ujarnya.
Ia meminta setiap aparatur pemerintah harus meniatkan pekerjaannya sebagai ibadah.
"Pegawai negeri bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani. Layani masyarakat dengan tulus, jangan pilih kasih, dan jangan mempersulit urusan mereka," tutup dia.