MINAHASA SELATAN, CEKLISSATU - Puluhan bangunan dan infrastrutir di pesisir pantai Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara, roboh akibat abrasi pada Rabu 15 Juni 2022 siang.
Dilansir dari minselkab.go.id, terdapat 20 rumah, 5 cottage, 1 restoran, 10 perahu, 1 kedai kopi, dan ikon I'am Amurang yang terdampak akibat bencana abrasi tersebut.
Tak hanya itu, jembatan penghubung Pantai Boulevard, Kelurahan Ranoiapo, Uwuran Satu menuju Kelurahan Lewet, Bitung, Ranomea, dan Pondang ambruk.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari mengatakan sebanyak 69 KK atau 269 jiwa diungsikan ke tempat yang lebih aman.
Baca Juga : Jalan Antardesa di Pedalaman Lebak Terputus Akibat Tanah Bergerak
"Sampai saat ini belum ada laporan mengenai korban jiwa," kata
Hingga saat ini, tim gabungan masih melakukan kaji cepat untuk mendata lebih lanjut kerugian materiil.
Sementara itu, Anggota BPBD Minahasa Selatan Andre Lombogia mengatakan bencana abrasi di pesisir Amurang terjadi sekitar pukul 14.00 WITA.
"Tadi cuacanya hujan sedang, biasa saja sih tidak ada tanda-tanda. Cuma tiba-tiba kata warga ada bunyi seperti lempengan patah dan mulai abrasi. Kalau orang sini bilangnya bunyi gempa," kata Andre.
Proses abrasi terjadi sekitar 60 menit, sehingga warga masih sempat melakukan evakuasi mandiri. Ia juga memastikan tidak ada korban jiwa dalam bencana ini, karena abrasi terjadi tidak secara instan.