JAKARTA,CEKLISSATU - Proses evakuasi dan pencarian para pendaki di Gunung Marapi, Sumatera Barat terhambat oleh erupsi susulan.
Kepala Kantor SAR Kota Padang, Abdul Malik, mengatakan bahwa sejak Selasa pagi, gunung yang terletak di wilayah Kabupaten Agam dan Tanah Datar telah mengalami erupsi sebanyak lima kali.
"Hambatan untuk hari ini sudah lima kali erupsi terjadi dari tadi pagi sampai jam 11.00 WIB," kata Abdul.
Akibat erupsi tersebut, hujan abu juga terjadi hingga ke kaki bukit Gunung Marapi. Hal ini mengganggu jarak pandang tim SAR gabungan.
"Abu vulkanik sudah turun ke kaki bukit, ini membuat tim visibility kurang melihat kondisi di lapangan," ucap dia.
Abdul melaporkan bahwa tim SAR gabungan masih berupaya untuk mengevakuasi delapan pendaki yang ditemukan meninggal.
Sebelumnya, Gunung Marapi di Kabupaten Agam dan Tanah Datar, Sumatra Barat, meletus pada Minggu, 12 Desember sekitar pukul 14:54 WIB.
Letusan gunung berapi setinggi 2.891 meter ini ditandai dengan munculnya kolom abu mengandung vulkanik hingga ketinggian 3.000 meter dari kawah disertai suara gemuruh.
Akibat erupsi tersebut, dilaporkan terjadi hujan abu di wilayah Nagari Lasi, Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam dengan intensitas tinggi. Hal ini menyebabkan suasana menjadi sangat pekat dan gelap.
Kantor SAR Kota Padang mencatat ada 75 pendaki yang berada di Gunung Marapi, Sumatera Barat saat terjadi erupsi. Dari jumlah tersebut, 52 pendaki berhasil ditemukan dalam keadaan selamat dan telah dievakuasi.
Berdasarkan data terbaru, tercatat bahwa ada 13 pendaki yang ditemukan meninggal dunia. Lima di antaranya telah dievakuasi dan diidentifikasi.