JAKARTA, CEKLISSATU -Siapa yang tidak kenal dengan sosok yang satu ini? Dengan gaya bicara khas yang energik, penuh canda, dan sesekali diiringi teriakan khas yang menghibur, Windah Basudara telah menjadi fenomena tersendiri di dunia hiburan digital Indonesia. Namanya mungkin terdengar asing di telinga orang tua generasi sebelumnya, tapi bagi anak-anak dan remaja masa kini, ia adalah pahlawan modern yang mengubah cara pandang tentang "main game" menjadi sesuatu yang positif dan menginspirasi.
Dulu, bermain game sering dipandang sebagai kegiatan buang-buang waktu, bahkan dicap negatif oleh sebagian masyarakat. Namun, Windah Basudara hadir membawa angin segar. Ia membuktikan bahwa seorang gamer pun bisa menjadi panutan, dermawan, bahkan dihormati negara hingga dipercaya menjadi pembina upacara HUT Kemerdekaan RI ke-80.
Di balik kesuksesannya saat ini, ada jalan panjang penuh perjuangan yang tidak semua orang tahu. Pria bernama lengkap Brando Franco Windah ini lahir di Manado pada 14 Maret 1992, sebagai anak kedua dari empat bersaudara.
Baca Juga: Mengenal Digital Eye Strain di Era Serba Digital
Kehidupan awalnya tidak semulus konten-konten lucu yang ia suguhkan. Sejak SMP, Brando sering mengalami perundungan (bullying) karena fisiknya yang kurus dan sedikit bungkuk. Hal ini membuatnya menjadi pribadi yang tertutup dan sulit bergaul.
Kondisi ini berlanjut hingga SMA, sampai akhirnya ia memutuskan untuk berhenti sekolah dan bekerja sebagai operator di sebuah warung internet (warnet). Berkat dorongan keluarganya, ia akhirnya melanjutkan pendidikan melalui homeschooling yang dipimpin oleh Kak Seto. Setelah lulus, ia sempat mengambil jurusan Hubungan Internasional di London School of Public Relations (LSPR), namun terpaksa berhenti di tengah jalan karena keterbatasan finansial.
Sebelum dikenal sebagai YouTuber, Brando pernah bekerja sebagai pelayan kafe hingga meniti karier di bidang perhotelan dengan gaji sekitar Rp10 juta per bulan . Namun, kecintaannya pada dunia game sejak kecil mendorongnya untuk mencoba peruntungan sebagai kreator konten.
Dengan modal nekat dan dukungan dari sang ibu yang memberinya pinjaman untuk membeli komputer baru, Brando memulai kanal YouTube-nya pada akhir tahun 2018 . Nama "Windah Basudara" dipilih dari nama keluarganya, "Windah", dan kata "Basudara" yang dalam bahasa Manado berarti "bersaudara", bentuk perwujudan dari keinginannya untuk membangun komunitas yang erat seperti keluarga.
Tidak hanya menghibur, Windah Basudara juga dikenal memiliki hati yang besar. Ia secara rutin mengadakan live streaming amal (charity) yang berhasil mengumpulkan dana fantastis. Keberadaan Windah Basudara ternyata membawa dampak nyata bagi perilaku penggemarnya. Ini menunjukkan bahwa figur seperti Windah, dengan pendekatan yang tepat, bisa menjadi agen perubahan positif, bukan sekadar hiburan semata melainkan aksi nyata dampak transformasi digital saat ini.
Sumber data: kompas.com, radarbanyuwangi.com, tribunmedan.com
Ade Pramitha