JAKARTA, CEKLISSATU – Transformasi digital yang telah hadir mengharuskan masyarakat untuk mampu beradaptasi dengan dunia digital. Namun, di samping dampak-dampak positif yang dirasakan masyarakat dalam menggunakan teknologi digital, tentu ada celah-celah yang dapat menimbulkan dampak negatif.
Dari banyaknya populasi di dunia, yaitu 212.9 milyar adalah pengguna internet,maka sangat riskan bila masyarakat tidak tahu akan pentingnya memahami dampak baik dan buruknya penggunaan media sosial pada kehidupan sehari-hari.
Kebocoran data dan penyebaran berita yang smakin hari semakin banyak akan membuat masyarakat bingung untuk memilah-milah berita mana yang benar dan mana yang hanya hoax. Masyarakat harus lebih selektif dan tidak mudah percaya akan suatu berita yang beredar.
”Penting bagi masyarakat untuk mengenal apa saja yang perlu dipahami dalam perkembangan dunia digital yang sekarang semakin berkembang,” kata Maulani Hudayati Surya dalam webinar literasi digital bersama Kominfo dan DPR dengan tema Menjadi Masyarakat Digital yang Pintar, Selasa 30 Mei 2023.
Baca Juga : 4 Pilar Literasi Digital Untuk Masyarakat Digital Berbudaya
”Masyarakat juga harus lebih kritis dan pintar, agar tidak mudah terhasut akan suatu berita yang hanya akan memecah belah keutuhan suatu negara,” lanjut dia yang juga seorang jurnalis.
Sementara itu Dosen Sekolah Bisnis dan Ekonomi Universitas Prasetiya Mulya, Safriyana menjelaskan bahwa, pentingnya menjadi masyarakat digital yang pintar, yaitu mampu memilah berita yang benar atau hoax.
Menurutnya, masyarakat penting untuk menjadi masyarakat digital yang kritis dan mampu bersaing dengan sehat dalam kehidupan sehari-hari.
”Dari banyaknya platform yang tersedia, masyarakat harus mampu memanfaatkan untuk mengembangkan aspek-aspek bisnis melalui berbagai platform yang tersedia,” kata dia.
Hal itu, lanjut Safriyaba, agar kedepannya usaha atau bisnis masyarakat dapat semakin berkembang melalui dunia internet. Sehingga mampu dijangkau oleh semua kalangan, karena penggunaan internet sekarang sudah dijangkau hampir semua penduduk di semua negara.
”Masyarakat harus paham akan etika digital, budaya digital,kecakapan digital serta keamanan digital, agar masyarakat tidak bingung akan dunia digital yang semakin berkembang,” ujar dia.
Selanjutnya Anggota Komisi I DPR RI, Hasanudin mengatakan, bahwa seiring dengan pesatnya kemajuan technologi di era refolusi imdustri 4.0 dimasa ini, kita dihadapkan pada sebuah fenomena dimana kehadiran koneksi internet merupakan sebuah kebutuhan yang tidak bisa di pisahkan dari kehidupan kita sehari hari terutama sebagian besar masyarakat Indonesia.
Kemudian Dirjen Aplikasi dan Informaika Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan, dampak pandemi dan pesatnya teknologi telah mengubah cara kita beraktivitas dan bekerja. Kehadiran teknologi sebagai bagian dari kehidupan masyarakat inilah yang semakin mempertegaskan kita sedang menghadapi era disubsi teknologi.
Untuk mengahadapi hal tersebut, kita semua harus mempercepat kerjasama kita dalam mewujudkan agenda trasnformasi digital Indonesia.
”Bersama-sama wujudkan cita-cita bangsa Indonesia dengan menjadikan masyarakat madani berbasis teknologi,” ujar Semi, sapaan akrabnya.
Kemampuan yang kita miliki serta keunggulan yang terus dijaga akan membawa bangsa Indonesia menjadi bangsa yang hebat dan besar, serta menjadi unggul dalam segi sumber daya manusia.