JAKARTA, CEKLISSATU.COM - Cuka apel ternyata tidak hanya sebatas untuk menurunkan berat badan, dibalik rasanya yang asam dan aroma yang tajam, cuka apel menyimpan berbagai khasiat tersembunyi, mulai dari melancarkan sistem pencernaan hingga menjaga kesehatan jantung.
Meskipun memiliki banyak manfaat, cuka apel juga bisa menimbulkan efek samping jika dikonsumsi secara berlebihan atau tanpa pengawasan medis. Kandungan asam asetat yang tinggi membuatnya cukup keras bagi tubuh bila tidak digunakan dengan hati-hati.
Cuka apel berasal dari ekstrak buah apel yang telah melalui proses fermentasi dengan bantuan bakteri dan ragi. Karena memiliki rasa yang asam, cuka apel biasanya dicampur dengan makanan lain, seperti salad, sup, dan mayones, untuk menambah cita rasa.
Baca Juga: Kaya Nutrisi, Ini Manfaat Kacang Koro, Dari Kesehatan Jantung hingga Meningkatkan Daya Ingat
Studi menunjukkan bahwa kandungan antioksidan dan asam asetat di dalam cuka apel mampu menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida dalam darah serta mencegah tekanan darah tinggi.
Kombinasi manfaat tersebut menjadikan cuka apel bermanfaat untuk menjaga kesehatan jantung dan mencegah berbagai penyakit kardiovaskular, seperti serangan jantung dan stroke.
Meski demikian, studi tersebut juga masih terbatas pada uji coba di laboratorium. Oleh karena itu, efektivitas dan keamanan konsumsi cuka apel untuk menjaga kesehatan jantung masih perlu diteliti lebih lanjut.
Sedangkan untuk menjaga pencernaan, minum larutan cuka apel yang telah dicampur air putih diyakini bisa menyeimbangkan kadar cairan asam lambung, terutama pada penderita GERD atau maag.
Teori lain menyebutkan bahwa cuka apel dapat membasmi bakteri penyebab GERD di lambung sehingga dianggap bisa mengurangi gejala GERD.
Meski begitu, sampai saat ini belum ada data maupun penelitian medis yang bisa memastikan efektivitas maupun risiko cuka apel untuk asam lambung.
Baca Juga: Ini Tujuh Cara Sederhana untuk Turunkan kadar Gula Darah Secara Alami
Berikut beberapa langkah yang perlu diperhatikan saat minum cuka apel untuk asam lambung, antara lain:
1. Pilih cuka apel organik tanpa tambahan apa pun
Sebaiknya memilih cuka apel organik yang tidak mengandung gula tambahan, pewarna, atau perasa buatan.
Alasannya, bahan tambahan bisa memperparah iritasi lambung, apalagi jika lambung Anda sudah cenderung sensitif.
Cuka apel murni juga umumnya lebih bersih dan alami sehingga risikonya lebih rendah untuk kesehatan.
Baca Juga: Jangan Anggap Remeh Berak Darah, Waspadai Tanda Gangguan Serius pada Sistem Pencernaan
2. Encerkan cuka apel dengan air sebelum diminum
Jangan pernah minum cuka apel secara langsung! Campurkan 1–2 sendok teh cuka apel ke dalam segelas air putih (sekitar 200 ml).
Dengan diencerkan, kadar asamnya jadi lebih rendah sehingga tidak langsung "menyerang" dinding lambung dan tenggorokan Anda. Langkah sederhana ini membantu mengurangi risiko perih, mual, atau bahkan luka pada organ pencernaan.
Baca Juga: Dampak Buruk Konsumsi Berlebihan Mie Instan, Bisa Merusak Pencernaan
3. Konsumsi setelah makan, bukan saat perut kosong
Pastikan cuka apel diminum setelah makan, bukan ketika perut sedang kosong. Makanan di lambung akan menjadi "pelindung" terhadap asam cuka apel, sehingga kontak langsung dan risiko iritasi bisa diminimalkan.
Jika diminum saat perut kosong, asam lambung bisa langsung meningkat dan berpotensi memicu rasa nyeri atau panas di dada.
Baca Juga: 7 Cara Menjaga Kesehatan Pencernaan Melalui Pola Makan Seimbang
4. Batasi jumlah dan frekuensinya
Lebih banyak tidak selalu lebih baik, disarankan untuk minum cuka apel hanya 1–2 kali sehari, dan pastikan selalu menggunakan takaran sendok teh.
Jika terlalu sering atau terlalu banyak, bukannya meredakan, justru bisa memperburuk gejala asam lambung.
Baca Juga: Mengalami Sakit Perut Melilit? 5 Makanan Ini Perlu Dihindari
5. Berkumur setelah minum cuka apel
Setelah minum, jangan lupa berkumur dengan air putih. Cuka apel mengandung asam yang bisa merusak enamel gigi jika tidak segera dibersihkan.
Dengan rutin berkumur, bisa tetap menjaga kesehatan mulut dan menghindari masalah gigi berlubang atau sensitif.