JAKARTA, CEKLISSATU.COM - Walau sepele, berak darah jangan dianggap remeh, kondisi itu bisa menjadi sinyal adanya masalah serius pada sistem pencernaan.
Masyarakat perlu memahami penyebab, indikasi, serta cara mencegah dan mengobati berak darah agar tidak menimbulkan komplikasi yang lebih berat.
Berak darah umumnya terjadi karena adanya perdarahan di saluran cerna, baik bagian atas seperti lambung dan kerongkongan, maupun bagian bawah seperti usus besar dan anus.
Baca Juga: Mengalami Sakit Perut Melilit? 5 Makanan Ini Perlu Dihindari
Warna darah pada feses bisa menjadi petunjuk lokasi perdarahan. Jika berwarna merah terang, biasanya sumber darah berasal dari bagian bawah seperti wasir atau luka di anus. Namun bila berwarna hitam pekat, kemungkinan perdarahan berasal dari lambung atau usus halus.
Menurut para ahli kesehatan, penyebab berak darah cukup beragam. Beberapa di antaranya adalah wasir (hemoroid), fisura ani, radang usus (colitis), infeksi saluran pencernaan, divertikulosis, atau bahkan tumor dan kanker usus besar.
Penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) dan konsumsi alkohol berlebihan juga bisa meningkatkan risiko terjadinya perdarahan pada saluran cerna.
Baca Juga: 7 Cara Menjaga Kesehatan Pencernaan Melalui Pola Makan Seimbang
Berak darah juga bisa menjadi indikasi adanya penyakit yang membutuhkan penanganan segera.
Misalnya, jika disertai gejala lemas, pusing, mual, atau penurunan berat badan tanpa sebab jelas, hal ini dapat menandakan kehilangan darah yang signifikan atau gangguan serius pada sistem pencernaan. Karena itu, masyarakat tidak disarankan untuk menunda pemeriksaan medis.
Dalam dunia medis, berak darah merupakan sinyal tubuh bahwa terjadi gangguan di saluran cerna.
Baca Juga: Dampak Buruk Konsumsi Berlebihan Mie Instan, Bisa Merusak Pencernaan
Tubuh berusaha memberi peringatan bahwa ada jaringan yang rusak atau pembuluh darah yang pecah.
Jika diabaikan, kondisi itu dapat menyebabkan anemia hingga infeksi berat. Oleh sebab itu, mengenali tanda-tanda awal sangat penting agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
Cara mencegah berak darah dapat dimulai dengan menjaga pola makan sehat dan kaya serat.
Baca Juga: Ingin Jadi Lansia yang Sehat? Hindari Makanan Ini
Konsumsi buah, sayur, serta air putih yang cukup membantu melancarkan pencernaan dan mencegah sembelit yang menjadi pemicu utama wasir dan luka di anus.
Hindari kebiasaan mengejan terlalu kuat saat buang air besar, serta batasi konsumsi makanan pedas dan alkohol.
Selain itu, penting untuk tidak menunda buang air besar karena kebiasaan ini dapat menyebabkan pengerasan feses.
Baca Juga: Asuransi Bantu Rencanakan Keuangan Masa Depan Menghindari Risiko Finansial
Aktivitas fisik secara rutin juga membantu memperlancar metabolisme dan menjaga kesehatan usus.
Pengobatan berak darah bergantung pada penyebabnya. Jika disebabkan oleh wasir ringan, dokter biasanya akan memberikan obat salep atau supositoria untuk mengurangi peradangan.
Namun, bila penyebabnya adalah infeksi atau gangguan serius seperti polip dan kanker usus besar, penanganan medis lanjutan seperti endoskopi atau pembedahan mungkin diperlukan.
Baca Juga: Manfaat Daun Ungu: Solusi Herbal untuk Penderita Ambeien
Berak darah tidak boleh dianggap remeh. Deteksi dini, perubahan gaya hidup sehat, serta pemeriksaan rutin ke fasilitas kesehatan menjadi kunci utama dalam mencegah dan mengatasi masalah ini.
Dengan kesadaran dan penanganan yang tepat, risiko komplikasi dapat diminimalkan dan kesehatan sistem pencernaan tetap terjaga.