‎BOGOR, CEKLISSATU -Tren journaling semakin diminati kalangan anak muda dalam beberapa tahun terakhir. Tidak hanya dijadikan tempat menulis cerita harian, journaling kini banyak digunakan sebagai media self-care dan refleksi diri di tengah padatnya aktivitas sehari-hari. Melalui journaling, banyak orang mulai meluangkan waktu untuk memahami pikiran dan perasaan mereka sendiri.

‎
‎Di media sosial, journaling juga semakin populer melalui berbagai konten bertema produktivitas, kesehatan mental, dan pengembangan diri. Tidak sedikit anak muda membagikan isi jurnal mereka dengan tampilan estetik menggunakan stiker, warna-warna pastel, hingga tata letak yang menarik. Namun, di balik tampilannya yang menarik, journaling memiliki manfaat yang lebih dalam daripada sekadar mengikuti tren.

Baca Juga: Setelah 35 Tahun, Akhirnya Bunga Bangkai Mekar di Kebun Raya Bogor, Pengunjung Antri Selfi Foto
‎
‎Menurut American Psychological Association, menulis ekspresif dapat membantu seseorang mengelola stres dan emosi dengan lebih baik. Sementara itu, penelitian dari University of Rochester menyebutkan bahwa journaling dapat membantu seseorang mengontrol kecemasan, meningkatkan kesadaran diri, dan membuat pikiran menjadi lebih teratur.
‎
‎Salah satu TikTokers, Agatha Oktavina, juga membagikan pandangannya mengenai journaling melalui media sosial. Menurutnya, journaling bukan sekadar diary, melainkan cara untuk mengurai perasaan dan memahami diri sendiri.


‎
‎“Journaling itu bukan sekadar diary, tetapi cara untuk mengurai pikiran dan perasaan diri sendiri. Lewat journaling, seseorang bisa lebih mengenal dirinya, menjadi lebih self aware, serta memahami arah hidup berdasarkan apa yang dirasakan dan dialami setiap harinya,” ujar Agatha Oktavina.
‎
‎Banyak anak muda kini mulai menggunakan journaling untuk menuliskan pengalaman harian, target hidup, rasa syukur, hingga hal-hal yang membuat mereka cemas. Kegiatan sederhana tersebut dianggap dapat membantu pikiran menjadi lebih tenang setelah menjalani aktivitas yang padat.
‎
‎Meski sering dikaitkan dengan tulisan yang rapi dan estetik, journaling sebenarnya tidak harus selalu terlihat sempurna. Fokus utama dari kegiatan ini adalah memberi ruang bagi seseorang untuk mengekspresikan pikiran dan perasaannya secara bebas tanpa takut dihakimi.
‎
‎Di tengah kehidupan yang serba cepat dan padat, journaling menjadi salah satu cara sederhana yang banyak dipilih anak muda untuk lebih mengenal diri sendiri sekaligus menjaga kesehatan mental mereka.

Siti Balqis Sari Manah (mgng)