KOTA DEPOK, CEKLISSATU.COM -- Prestasi membanggakan kembali ditorehkan talenta muda Indonesia di kancah internasional. Pertama kalinya dalam sejarah, tim mahasiswa Indonesia berhasil menyabet penghargaan Silver Award pada kategori Young Stars di ajang MAD STARS 2025.

Festival tersebut menghadirkan pemasaran, periklanan, dan konten digital bergengsi dunia yang berlangsung di Busan, Korea Selatan.
 
Tim pemenang tersebut terdiri dari Sayid Muhammad Usammah Alhabsyie (Mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia) dan Aeriell Handjaja (BINUS University). 

Kemenangan ini menandai pencapaian tertinggi mahasiswa Indonesia dalam kompetisi yang diikuti oleh finalis dari berbagai negara tersebut.

Baca Juga: Pameran Karya Jurnalistik LOKO FISIP UNIDA Dapat Sambutan Positif dari Pelajar dan Mahasiswa
 
Kompetisi Young Stars MAD STARS menuntut kreativitas tinggi di bawah tekanan waktu. Setelah lolos seleksi portofolio daring, para finalis diterbangkan ke Busan untuk menghadapi babak final selama 30 jam non-stop.
 
Tahun ini, kompetisi mengangkat tema krusial mengenai bahaya rokok elektrik (e-cigarette/vaping), dengan tantangan khusus untuk mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam kampanye yang dibuat. 

Menjawab tantangan tersebut, Sayid dan Aeriell melahirkan ide kampanye bertajuk “The Deathfluencer”.

Mahasiswa UI Raih Award 2.webp
PRESTASI: Tim mahasiswa Indonesia berhasil menyabet penghargaan Silver Award pada kategori Young Stars di ajang MAD STARS 2025, sebuah festival pemasaran, periklanan, dan konten digital bergengsi dunia yang berlangsung di Busan, Korea Selatan.


 
Kampanye ini berangkat dari pertanyaan reflektif yang provokatif: “Bagaimana jika korban pertama rokok elektrik bisa hidup kembali?”. 

Baca Juga: Mahasiswa Esa Unggul Pamerkan Kreativitas dan Inovasi dalam Festival Project Mata Kuliah Universitas

Dengan memanfaatkan teknologi AI, mereka memvisualisasikan "kebangkitan" korban pertama akibat vaping untuk menceritakan kembali potensi dan keindahan hidup yang terenggut. 

Pesan yang disampaikan sangat tegas: rokok elektrik bukanlah sekadar tren gaya hidup, melainkan ancaman nyata bagi masa depan generasi muda.