BOGOR, CEKLISSATU - Kabupaten Bogor, menjadi salah satu wilayah yang kini tengah diramaikan oleh isu penculikan anak. 

Dalam kurun waktu tak lebih dari satu bulan, dua kasus isu penculikan anak terjadi. Keduanya menimpa siswa sekolah dasar.

Di wilayah Leuwiliang, Kabupaten Bogor, seorang siswa SD dikabarkan diculik diculik sepulang dari sekolah.

Baca Juga : Wow, Gaji Plus Tunjangan Kepala Otorita IKN Capai 172,7 Juta per Bulan

Kabar yang beredar pada Selasa 31 Januari 2023 itu pun ditanggapi oleh Kapolsek Leuwiliang, Kompol Agus Supriyanto.

Agus menepis kabar tersebut. Dia mengaku jika pihaknya sudah melakukan kabar yang beredar di masyarakat itu.

Setelah diselidiki, kata Agus, ternyata siswi berinisial RSW itu, hanya salah sangka.

“Jadi kan dia pulang sekolah itu naik angkot, lalu di tengah perjalanan tangannya sempat dipegang oleh penumpang angkot seorang ibu-ibu yang tidak dikenal dan berkata bahwa RSW itu mirip dengan anak si ibu itu,” kata Agus dalam keterangan tertulisnya, Rabu 1 Februari 2023.

Dia pun tak menampik jika kabar penculikan tersebut membuat masyarakat semakin resah. Terlebih video yang beredar di media sosial bernarasikan bahwa siswi tersebut merupakan korban penculikan.

“Kami pastikan, kejadian tersebut bukanlah penculikan anak dan berita itu tidak benar. Atas kejadian ini, orang tua siswi tersebut sudah mengklarifikasi,” jelas Agus. 

Hal yang sama juga terjadi di wilayah Cibinong, Kabupaten Bogor yang menimpa seorang siswa SD.

Kabar tersebut pun dibantah oleh jajaran Polsek Cibinong. Polisi menyadari bahwa kabar yang beredar di aplikasi pesan singkat tersebut membuat banyak orang tua khawatir akan keselamatan anaknya.

"Kami langsung tindaklanjuti kabar tersebut dengan melakukan penyelidikan, hal tersebut tidaklah benar alias isu belaka,” kata Kapolsek Cibinong, Kompol Adhimas Sriyono Puta dalam keterangan persnya.

Namun dia tetap menghimbau orang tua dan guru di sekolah untuk waspada serta tidak mudah percaya ketika mendapati kabar atau informasi yang kebenarannya belum bisa dipertanggungjawabkan.

Dia menyarankan warga jika melihat penculikan anak atau mendapat ancaman atau gangguan Kamtibmas agar segera berkoordinasi atau menghubungi pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti.

"Apabila ada isu atau informasi terkait situasi Kamtibmas, agar bisa segera melaporkannya kepada pihak kepolisian. Jangan mudah menerima informasi yang kebenarannya belum atau tidak bisa dipertanggung jawabkan," tutur Adhimas.