BANDUNG, CEKLISSATU – Meski pemesan sabu lewat drone di Lapas Narkotika Kelas IIA Bandung telah diketahui, namun petugas hingga kini masih mencari pemasok narkoba seberat 25 gram itu.

Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan, pihaknya masih terus memburu pemasok sabu dengan drone itu.

Dia menambahkan, penyelundupan sabu dengan drone itu merupakan modus baru.

Baca Juga: Petugas Gagalkan Modus Baru Selundupkan Narkoba Gunakan Drone 

"Bahwa paket sabu seberat 25 gram yang diselundupkan ke dalam blok hunian lapas diketahui milik seorang warga binaan berinisial AM berusia 29 tahun," kata Hendra kepada wartawan, Kamis (12/6/2025).

Hendra mengatakan, saat ini Ssatresnarkoba Polresta Bandung terus memburu pelaku atau pengendali drone yang melakukan penyelundupan narkotika jenis sabu itu.

“Ini adalah modus baru dan berbahaya, karena menggunakan drone untuk menjatuhkan paket sabu ke dalam lingkungan lapas. Ini tidak bisa dianggap remeh. Kami sudah mengantongi identitas warga binaan penerima dan saat ini fokus mengejar pelaku di luar yang mengoperasikan drone tersebut," bebernya.

Baca Juga: Amankan 51 Pengedar, Polisi Sita Narkoba dari Sabu hingga Ekstasi 

Sebelumnya, diketahui penyelundupan ini terungkap setelah petugas lapas menemukan dua bungkus mencurigakan dalam bentuk kemasan yang setelah diperiksa ternyata berisi sabu-sabu.

Pihak lapas langsung berkoordinasi dengan Satuan Reserse Narkoba Polresta Bandung untuk penanganan lebih lanjut.

"Pengungkapan ini menjadi pengingat bahwa jaringan narkotika terus mencari cara baru untuk mengedarkan barang haram, bahkan di lingkungan yang seharusnya steril seperti lembaga pemasyarakatan," katanya.

Baca Juga: Jajaran Polresta dan Polres Bogor Grebek Pabrik Miras Oplosan di Cilebut

Dengan adanya modus baru itu Kapolda Jabar, kata Hendra, meminta agar memutus segala bentuk pengendaran barang haram itu mulai dari jaringan kecil hingga jaringan besar agar tidak ada ruang dimana pun khususnya di wilayah Jawa Barat.

“Jajaran kepolisian di Jabar atas intruksi pimpinan akan tindak tegas siapa pun yang terlibat, baik dari luar maupun dari dalam. Tidak ada toleransi terhadap penyelundupan narkoba. Kami juga akan memperketat patroli dan pengawasan di sekitar lapas untuk mencegah kejadian serupa," tutup Hendra.