BOGOR, CEKLISSATU - Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) terus memperketat pengawasan dan pencegahan penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak.
Kepala Bidang Peternakan DKPP Kota Bogor, drh Anizar, menyampaikan bahwa berbagai langkah antisipasi telah dilakukan untuk memastikan kondisi hewan ternak tetap aman dan kondusif.
"Antisipasi PMK di Kota Bogor mencakup beberapa langkah, di antaranya pemberian Vaksin PMK, desinfeksi kandang dan lingkungan, sosialisasi kepada peternak, serta pemberian obat pendukung seperti vitamin dan obat cacing," jelas drh Anizar, Senin (13/1/2025).
Baca Juga: Hindun Anisah Desak Pemerintah Gerak Cepat Atasi Lonjakan Wabah PMK
Sejauh ini, Kota Bogor mencatat adanya delapan kasus PMK pada Oktober 2024. Namun, berkat penanganan yang cepat, seluruh hewan tersebut telah sembuh dan kondisinya kembali normal. "Gejalanya sangat ringan, dan saat ini statusnya sudah sembuh," tambahnya.
Selama tahun 2024, DKPP Kota Bogor telah berhasil melakukan vaksinasi terhadap lebih dari 1.000 ekor hewan ternak. Sementara itu, target vaksinasi untuk tahun 2025 diperkirakan mencapai sekitar 700 ekor sapi.
"Kami terus melakukan upaya pencegahan agar kondisi tetap aman dan tidak ada penyebaran PMK yang signifikan di wilayah Kota Bogor," ujar drh Anizar.
Baca Juga: 500 Sapi di Kota Bandung Disuntik, Cegah Menularnya Penyakit Ini
Langkah-langkah antisipasi tersebut diharapkan dapat menjaga stabilitas kesehatan hewan ternak, terutama mengingat pentingnya sektor peternakan dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Kota Bogor.
Sosialisasi dan edukasi bagi peternak juga terus digencarkan, termasuk melalui media sosial dan kunjungan langsung ke lapangan.
Dengan strategi terpadu ini, DKPP optimistis Kota Bogor dapat mempertahankan situasi yang kondusif terkait PMK sepanjang tahun 2025.