BANDUNG, CEKLISSATU – Isu penyakit kuku dan mulut (PMK) yang kembali muncul di Jawa Timur dan Jawa Tengah menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Bandung.

Sebagai langkah antisipasi penularan PMK, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung melakukan pemantauan dan pemeriksaan secara intensif di sejumlah peternakan, khususnya yang memelihara sapi.

Untuk itu, DKPP Kota Bandung mengambil langkah cepat, dimana 500 kor sapi di Kota Bandung telah mendapatkan vaksin PMK melalui program vaksinasi yang dilakukan secara intensif selama sepekan terakhir.

Baca Juga : Temukan Kasus PMK, Pasar Hewan Jonggol Ditutup 14 Hari

Kepala DKPP Kota Bandung Gin Gin Ginanjar mengatakan, hingga kemarin, pihaknya sudah memberikan 370 dosis vaksin untuk sapi-sapi yang sehat di wilayahnya.

“Pada hari ini, kami kembali melanjutkan dengan 130 dosis. Jadi total sudah 500 dosis vaksin yang diberikan kepada 500 ekor sapi,” kata Gin Gin, Selasa 7 January 2025.

Gin Gin mengatakan, pihaknya belajar dari kasus sebelumnya, dan DKPP Kota Bandung memastikan koordinasi yang baik dengan para peternak melalui komunitas yang telah terbentuk.

"Kota Bandung lebih mudah terkoordinasi, karena peternak sudah belajar dari wabah sebelumnya. Mayoritas ternak di sini adalah jenis pembesaran, bukan pembibitan, sehingga pencegahan harus dilakukan secara maksimal," ujar Gin Gin.

Baca Juga : Penyakit Mulut dan Kaki Hewan Ternak di Lamongan Meluas

Menurutnya, PMK dapat menyebabkan efek serius pada sapi, seperti lemas, penurunan nafsu makan, hingga luka pada kuku yang melepuh. Meski tidak menular kepada manusia, sapi yang terjangkit harus segera diisolasi untuk mencegah penyebaran lebih lanjut.

Hari ini, program vaksinasi hewan juga dilakukan serentak di wilayah lain, seperti Bandung Kulon, untuk menjangkau seluruh sapi produktif, termasuk sapi perah. Vaksin kedua akan diberikan sebulan setelah vaksinasi pertama pada sapi-sapi tersebut.

"Kami berharap langkah ini dapat mempertahankan status Kota Bandung yang telah dinyatakan nol kasus PMK, sekaligus melindungi produktivitas ternak," tutup Gin Gin.