BOGOR, CEKLISSATU -Festival Inovasi Bogor Innovation Award (BIA) 2025 memasuki babak final. Acara yang digelar di Grand Ballroom GSC Lantai 5 STP IPB, Babakan, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor tersebut dibuka oleh Walikota Bogor Dedie A Rachim.

Usai membuka acara tersebut, orang nomor satu di Kota Bogor itu berkeliling ke standar peserta BIA. Nampak Dedie mengamati dan menyimak apa yang dipaparkan setiap peserta yang mencoba menawarkan produk inovasi yang dibuatnya.

Dari sekian stand yang dikunjunginya, ada salah stand yang membuatnya terkesima. Yakni stand peserta dari SMPN 4 Bogor. Inovasi produk yang dibuat yakni dari pemanfaatan kulit pisang. Menurutnya, ia baru tahu jika kulit pisang itu kaya manfaat. 

Baca Juga: Wali Kota Bogor Dedie A Rachim Apresiasi Peserta Festival Inovasi Bogor 2025, Ini Alasannya

“Ada tadi yang cukup menarik, misalnya ternyata kulit pisang bisa dijadikan keripik. Yang selama ini tidak terpisahkan tetapi dengan sedikit pengolahan ternyata menimbulkan dampak ekonomi yang bisa dimanfaatkan,” kata Dedie.

Siapa tahu, kata Dedie, dengan dikapitalisasi menjadi keripik khas Bogor. “Keripik pisang itu kan belum ada, saya juga baru tahu, saya juga baru lihat. Baru kali ini makan (keripik) kulit pisang. Rasanya unik,” imbuhnya.

Bagi Dedie, itu adalah ide kreatifitas, inovasi yang menarik dari anak-anak yang bisa juga kalau dikemas dengan baik, packagingnya bagus, mereknya bagus bisa jadi nilai ekonomis.

Bagi Dedie, inovasi yang digagas oleh siswa siswi termasuk pelajar dan umum ini bisa diselarasakan dengan persoalan yang ada di Kota Bogor. Misalnya ada juga kriteria-kriteria khusus terkait langsung seperti permasalahan persampahan, perparkiran hingga kemacetan. 

Ide dan inovasi serta gagasan-gagasan itu kita coba juga dijadikan sebagai bagian dari kegiatan dan program Kota Bogor.

Baca Juga: Ini Tujuan Bapperida Kota Bogpr Gelar Ajang Bogor Innovation Award

“Sebagai sebuah langkah pemikiran dari warganya untuk kebaikan Kota Bogor. Jadi paling tidak dengan adanya korelasi ini masyarakat yang punya gagasan teruji dengan implementasi yang belum atau masih ada,” harapnya.

Sementara itu Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Bogor Rudy Mashudi menambahkan BIA kali ini merupakan tahun ke enam. Kita berharap pemerintah memfasilitasi inovasi dan kreativitas dari masyarakat.

“Tahun ini kategorinya ada SMP, SMA, perguruan tinggi, masyarakat dan ASN. Dengan total peserta 290. Jumlah terbatas lebih meningkat dari tahun lalu yang hanya 204 peserta,” beber Rudy.

Ia menambahkan, semua kategori sama. “Besok (Jumat, 26/9) akan diumumkan siapa pemenangnya. Dengan total hadiah pemenang pertama Rp10 juta, Rp 7,5 juta,” tandasnya.