BOGOR, CEKLISSATU. COM - Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bogor, mencatat adanya peningkatan signifikan pada pasangan yang memilih nikah di KUA atau Kantor Urusan Agama.
Kepala Kemenag Kabupaten Bogor, Raden Enjat Mujiat mengatakan, peningkatan nikah di KUA tersebut didominasi oleh pasangan Gen Z, dengan tujuan menjadi 'sah' secara sederhana.
Enjat menjelaskan, kenaikan terlihat sejak awal Maret 2026 kemarin, dengan ribuan pasangan Gen Z yang telah melakukan akad nikah di KUA di seluruh Kabupaten Bogor.
Baca Juga: Meriahkan HUT Ke-80 RI Pemkab Bogor Wujudkan Nikah Gratis Bagi Masyarakat, Catat Jadwalnya
"Banyak Gen Z yang nikah di KUA, ini pertanda baik untuk pasangan muda-mudi yang ingin menikah tapi dengan sederhana, atau hanya dihadiri keluarga kedua mempelai," ujar Enjat, Selasa (14/4/2026).
Pada 2025, sebanyak 5.241 pasangan terhitung Januari hingga Desember. Artinya, kata Enjat, tren yang baru kuartal pertama 2026 akan terus meningkat dibanding tahun sebelumnya.
"Mungkin tren nya ya. Soalnya ada yang sudah menikah di KUA langsung resepsi di Hotel, ada juga yang setelah menikah mereka memilih tabungannya untuk dipergunakan pasca menikah," jelas dia.
Baca Juga: Puluhan Pasangan Miskin di Kota Bogor Dinikahkan Secara Massal
Enjat mengaku, tren nikah di KUA ini menjadi tanda bahwa anak muda saat ini lebih memikirkan kehidupan setelah menikah daripada resepsi yang berlebihan.
"Ini baik, mereka berpikir ke depan, karena menikah itu bukan pas akad saja, tapi sampai nanti punya anak dan membesarkan anak," jelas dia.
Enjat melanjutkan, biaya nikah di KUA senilai Rp0 alias tidak dipungut biaya. Sementara, menikah di rumah dibebankan biaya senilai Rp600.000 untuk Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
Baca Juga: Pemkab Bogor dan IPB University Wisuda 75 Remaja Sekolah Pra Nikah di Bojonggede
"Biaya nol rupiah kalau untuk menikah di KUA, kalau di rumah itu ada biayanya," jelas dia.
Ia mengajak kepada seluruh muda-mudi agar tidak khawatir terhadap biaya resepsi yang berlebihan.
Nikah di KUA bisa menjadi solusi kekhidmatan pernikahan untuk kedua pasangan.
"Makanya muda-mudi jangan takut menikah karena biaya resepsi dan sebagainya. Untuk orang tua juga jangan memaksakan pernikahan dengan resepsi yang berlebihan, jika anaknya sudah siap menikah dengan pasangannya, maka nikahkan lah, Insya Allah setelah pernikahan keberkahan akan terus datang," pungkasnya.
Comment