KABUPATEN BOGOR, CEKLISSATU.COM -- Gempa bermagnitudo 4,0 yang mengguncang wilayah Bogor–Sukabumi pada Sabtu (20/9/2025) malam hingga Minggu (21/9/2025) dini hari, menyebabkan ratusan warga harus mengungsi.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M. Adam Hamdani menjelaskan data sementara mencatat ratusan warga di Kecamatan Leuwiliang dan Pamijahan terdampak dan harus mengungsi di tenda-tenda darurat.
"Data sementara ada ratusan warga di Leuwiliang dan Pamijahan yang masih ngungsi di tenda-tenda darurat,” jelas Adam Hamdani, Senin (22/9/2025).
Adam Hamdani menuturkan di Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang, tercatat sebanyak 253 jiwa dari 96 KK masih bertahan di terpal atau tenda darurat.
“Di RW 10 ada 36 jiwa dari 13 KK yang mengungsi, sementara di RW 11 ada beberapa titik, RT 02 masing-masing 70 jiwa dari 38 KK, RT 08, 35 jiwa dari 12 KK, serta RT 04, 112 jiwa dsri 34 KK,” tutur Adam kepada ceklissatu.com.
Sementara itu, di Desa Purwabakti, Kecamatan Pamijahan, terdapat 32 jiwa dari 10 KK yang juga masih tinggal di tenda.
“Kalau di RW 10 RT 01 ada 194 jiwa dari 62 KK, tapi mereka sudah kembali ke rumah masing-masing. Yang masih bertahan di tenda ada 32 jiwa dari 10 KK,” ungkap Adam Hamdani.