“Target kami adalah penurunan angka kasus, memperkuat kapasitas penanganan, perluasan edukasi ke sekolah-sekolah dan masyarakat, peningkatan akses pelaporan, serta monitoring dan evaluasi,”tegasnya.
Ia menambahkan, keberhasilan perlindungan anak tak bisa hanya mengandalkan KPAD.
“Penurunan kasus tidak hanya tanggung jawab KPAD saja, tetapi butuh partisipasi aktif semua pihak. Kami meminta keberanian masyarakat untuk melapor agar korban mendapatkan keadilan dan pemulihan,” pungkasnya.