BOGOR, CEKLISSATU.COM – Perayaan Hari Besar Nasional (PHBN) maupun Hari Besar Islam (PHBI) di Kabupaten Bogor berjalan beriringan dengan partisipasi aktif masyarakat. 

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan bahwa Pemkab Bogor berupaya menekan biaya penyelenggaraan agar setiap kecamatan dapat menggelar perayaan sesuai karakter dan semangat warganya.

"Kita berupaya seminimal mungkin dalam penggunaan anggaran, tujuannya agar seluruh kelompok masyarakat bisa terlibat, meski tidak sepenuhnya." beber Rudy.

Baca Juga: Anggaran Pendidikan Rp724 Triliun, Tapi Gaji Guru-Dosen Masih Kecil, Sri Mulyani: Tak Bisa Ditanggung Negara Sendiri

"Karena itu, Pemkab tidak membuat acara seremonial besar di tingkat kabupaten," ungkap Rudy usai mengikuti kirab Bendera Pusaka dan meresmikan Gedung Kecamatan Leuwisadeng, Minggu (10/8/2025).

Menurutnya, pendekatan ini diambil agar semangat kemerdekaan dapat dirasakan merata hingga ke pelosok wilayah. 

"Kami ingin setiap kecamatan punya momen sendiri untuk menyalakan semangat Hari Kemerdekaan Republik Indonesia," tambahnya.

IMG-20250810-WA0112.webp

Sementara itu, Camat Leuwisadeng, Rudy Mulyana, menjelaskan bahwa total anggaran PHBN di wilayahnya berkisar Rp100 juta untuk rangkaian kegiatan sepanjang bulan Agustus, termasuk perayaan PHBI.

"Cukup tidak cukup, anggaran harus dicukupkan. Untuk Agustusan saja, sehari memberi makan anak-anak pramuka bisa menghabiskan hampir Rp500 ribu, sementara latihannya berlangsung sekitar 30 hari. Yang penting esensi kegiatannya berjalan baik," jelasnya.

Dengan pengelolaan anggaran yang ketat, pemerintah kecamatan dan masyarakat diharapkan dapat tetap menghadirkan perayaan yang meriah dan penuh makna tanpa membebani keuangan daerah.