“Karena Pak Bupati merevitalisasi Masjid Baitul Faizin dan membangun Masjid Nurul Wathon, maka malam tahun baru Islam ini menjadi simbol gerakan dari masjid ke masjid untuk mengingatkan masyarakat akan makna besar Tahun Baru Islam,” katanya.
Antusiasme masyarakat disebut jauh melampaui perkiraan panitia. Jika awalnya peserta diprediksi sekitar 3.000 orang, jumlah warga yang hadir ternyata membludak dan datang dari berbagai unsur masyarakat.
Mulai dari Kementerian Agama, perangkat daerah, kecamatan, kelurahan hingga masyarakat umum turut ambil bagian dalam pawai tersebut. Dari wilayah Malaka saja tercatat sekitar 400 peserta ikut memeriahkan kegiatan.
“SKPD ikut bergerak, Kecamatan Cibinong dan seluruh kelurahan juga terlibat. Alhamdulillah masyarakat sangat antusias,” ungkapnya.
Menariknya, hujan yang sempat turun sebelum acara dimulai justru dianggap sebagai pertanda baik bagi Kabupaten Bogor.
“Tadi sempat hujan lalu berhenti. Mudah-mudahan itu menjadi tanda kebaikan bagi Pemerintah Kabupaten Bogor dan masyarakatnya,” tuturnya.
Ajat menilai, tradisi pawai obor malam 1 Muharram kini telah menjadi budaya yang hidup di tengah masyarakat. Bahkan tanpa instruksi pemerintah, warga di berbagai wilayah tetap berinisiatif menggelar kegiatan serupa secara mandiri.