KABUPATEN BOGOR, CEKLISSATU.COM -- Ribuan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Cigudeg, Rumpin, Parungpanjang, dan Tenjo melakukan aksi demo di pertigaan Jalan Lebakwangi Desa Rengasjajar, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, Senin (29/9/2025).
Massa tumpah ruah ke jalan untuk menyuarakan penolakan atas keputusan Gubernur Jawa Barat, Dedy Mulyadi Nomor 7920/ES.09/PEREK tentang pemberhentian operasional pertambangan di wilayah itu.
Pantauan ceklissatu.com di lokasi, aksi unjuk rasa berlangsung sejak pagi dan hingga berita ini diturunkan masih terus berlanjut.
Baca Juga: Pemprov Jabar Hentikan Sementara Aktivitas Tambang di Parung Panjang, Rumpin, dan Cigudeg
Warga membawa berbagai spanduk dan poster berisi tuntutan agar pemerintah mencabut keputusan penutupan yang dinilai merugikan ribuan pekerja dan masyarakat sekitar.
Situasi di lokasi terpantau padat. Aparat kepolisian dari Polsek Cigudeg dan Polres Bogor tampak berjaga di sekitar area aksi untuk mengatur lalu lintas dan menjaga ketertiban.
Meski sempat memicu kemacetan panjang, aksi berlangsung kondusif tanpa kericuhan.
Sejumlah perwakilan warga menyatakan bahwa tambang selama ini menjadi tumpuan ekonomi masyarakat. Mereka berharap ada solusi dari pemerintah agar keberlangsungan hidup warga tidak terganggu.
Suasana aksi kian memanas ketika para demonstran berteriak lantang menantang pemerintah daerah agar segera memberikan jawaban. Mereka menegaskan tidak akan membubarkan diri sebelum tuntutan dipenuhi.
"Iyah, kami tidak akan beranjak dari lokasi sampai tuntutan kami dipenuhi," ucap Dadi Wahyudin, salah seorang peserta aksi, Senin (29/9/2025).
Baca Juga: Seorang Remaja Pengendara Motor Meninggal Dunia Usai Tabrak Truk Mogok di Cigudeg
Gelombang protes ini menjadi sinyal kuat bahwa keputusan Gubernur Jabar terkait tambang bukan hanya soal regulasi, melainkan juga menyangkut nasib ribuan keluarga yang kini merasa hidup mereka dipertaruhkan.