BOGOR, CEKLISSATU– Perayaan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) tingkat Kabupaten Bogor tidak hanya menjadi ajang seremoni, tetapi juga sukses mendongkrak perekonomian para pengusaha UMKM. Dinas Koperasi dan UKM (Diskop UKM) Kabupaten Bogor mencatat transaksi penjualan selama kegiatan mencapai sekitar Rp350 juta.
Kepala Diskop UKM Kabupaten Bogor, Iman Wahyu Budiana, mengatakan rangkaian Harkopnas digelar atas arahan Bupati Bogor dengan konsep yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memberikan dampak ekonomi nyata.
"Kami menggelar talkshow, business matching antara pengusaha dengan koperasi, menghadirkan 12 koperasi inspiratif, serta melibatkan sekitar 158 hingga 200 pengusaha UMKM dalam pameran," ujar Iman, Selasa (21/7/2026).
Menurutnya, kegiatan bahkan diperpanjang hingga malam hari dengan agenda nonton bareng Piala Dunia, sehingga memberikan waktu lebih panjang bagi para peserta untuk berjualan.
Baca Juga: HUT ke-79 Koperasi, Pemkab Bogor Hadirkan 100 Stan UMKM Nonstop 72 Jam
Seluruh peserta UMKM, kata Iman, memperoleh fasilitas secara gratis tanpa dipungut biaya, mulai dari penyediaan stan hingga kebutuhan operasional seperti listrik.
"Alhamdulillah, dari kegiatan itu transaksi yang tercatat hampir mencapai Rp350 juta. Angka itu bahkan masih berpotensi bertambah karena masih ada peserta yang belum menyerahkan laporan penjualannya," jelasnya.
Selain itu, Diskop UKM juga menerapkan kebijakan unik dengan tidak menyediakan konsumsi berupa snack kepada peserta acara. Sebagai gantinya, panitia membagikan voucher belanja yang hanya dapat ditukarkan di stan-stan UMKM.
Langkah tersebut dinilai efektif meningkatkan penjualan para pengusaha UMKM sekaligus mendorong perputaran ekonomi selama kegiatan berlangsung.
Iman juga menegaskan penggunaan istilah "pengusaha UMKM" menggantikan sebutan "pelaku UMKM", sejalan dengan arahan Kementerian UMKM agar memberikan citra yang lebih positif terhadap dunia usaha.
Melihat tingginya antusiasme masyarakat dan peserta, Bupati Bogor Rudy Susmanto disebut menginginkan kegiatan serupa kembali digelar pada kesempatan berikutnya, menyesuaikan dengan momentum dan kemampuan anggaran daerah.
Untuk mendukung berbagai kegiatan ekonomi masyarakat, Diskop UKM juga membuka pemanfaatan lebih dari 130 unit tenda milik pemerintah daerah yang dapat digunakan secara gratis.
Masyarakat atau komunitas yang ingin memanfaatkannya hanya diwajibkan memenuhi dua syarat, yakni melaporkan omzet hasil kegiatan serta menjaga kebersihan lokasi setelah acara selesai.
"Kami ingin fasilitas ini benar-benar dimanfaatkan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Tidak ada biaya, hanya diminta melaporkan omzet dan memastikan lokasi kembali bersih setelah digunakan," pungkas Iman.