BOGOR, CEKLISSATU.COM - Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2026 dimanfaatkan Wali Kota Bogor, Dedie Rachim untuk mengingatkan pentingnya peran ayah dalam tumbuh kembang anak.
Harganas 20206 yang mengusung tema "Ayah Wajib Hadir", Dedie Rachim menegaskan, bahwa kehadiran ayah tidak cukup hanya secara fisik di rumah, tetapi juga harus dirasakan secara emosional demi membangun keluarga tangguh dan mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
"Mari kita tengok kembali rumah kita dan bertanya, sudahkah keluarga kita menjadi tempat bernaung yang aman, tangguh, dan siap melahirkan generasi pemenang?" ujar Dedie Rachim.
Baca Juga: Harganas Ke-31 dan HAN Ke-40, Pemkab Bogor Ajak Cegah Masalah Kekerasan dan Bullying
Ia menyampaikan bahwa saat ini Indonesia berada di tengah era Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity (VUCA), yakni kondisi yang ditandai dengan perubahan yang sangat cepat, ketidakpastian, kompleksitas, dan ambiguitas.
Menurutnya, disrupsi teknologi digital dan perubahan nilai sosial kini masuk hingga ke ruang keluarga melalui gawai yang digunakan anak-anak. Karena itu, keluarga yang tangguh menjadi kunci utama dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.
"Ketangguhan keluarga bukan lagi pilihan, melainkan sebuah keharusan dan menjadi urgensi nasional," kata Dedie Rachim.
Baca Juga: Siapkan Generasi Emas 2045, Tenaga Pendidik PAUD di Kota Bogor 'Digeber' Pendidikan Cegah Stunting
Ia menambahkan, ketangguhan keluarga memiliki hubungan yang erat dengan keberhasilan Indonesia memanfaatkan bonus demografi.
Bonus demografi merupakan peluang besar yang dapat membawa Indonesia menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia apabila didukung sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas.
"Peluang ini dapat berubah menjadi bencana demografi apabila usia produktif tidak memiliki kualitas yang baik. Karena itu, transformasi kualitas SDM tidak dimulai dari bangku sekolah atau dunia kerja, melainkan sejak dalam kandungan dan melalui pengasuhan keluarga," ujarnya.
Untuk mengoptimalkan bonus demografi, lanjutnya, terdapat tiga pilar utama pembangunan keluarga yang harus diperkuat, yakni kesehatan, pendidikan, dan ketahanan mental.
Pada aspek kesehatan, seluruh elemen masyarakat diharapkan terus berupaya menurunkan angka stunting melalui pemenuhan gizi, khususnya pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan.
Sementara itu, pada aspek pendidikan, rumah harus menjadi tempat utama pembentukan karakter dengan menanamkan nilai integritas, kejujuran, disiplin, serta kemampuan beradaptasi dan berkolaborasi.
Baca Juga: Ajak Orang Tua Bangun Budaya Literasi di Rumah, Yantie Rachim: Dari Kecil Tanamkan Kebiasaan Membaca
Sedangkan dari sisi ketahanan mental, keluarga diharapkan menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi anak untuk bertumbuh.
"Jadilah pelabuhan emosional yang stabil di tengah era yang penuh tekanan agar anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang tangguh dan tidak mudah menyerah," ucap Dedie Rachim.
Selain ibu, peran ayah juga dinilai sama pentingnya dalam membentuk karakter dan kesehatan mental anak.
Baca Juga: Ikhtiar TP PKK Kota Bogor Bangun Kesehatan Mental
Dedie Rachim mengajak para ayah untuk lebih hadir, tidak hanya secara fisik, tetapi juga secara emosional dalam kehidupan anak.
"Wahai para ayah, letakkan gawai anda di rumah, peluk anak-anak, ajak mereka berdialog, dan batasi waktu layar (screen time) mereka pada hal-hal yang produktif. Jangan biarkan anak-anak tumbuh dalam fenomena fatherless, ketika ayah hadir secara fisik tetapi absen secara psikologis," katanya.
Comment