"Kalau data omzet terkumpul, kita bisa menghitung berapa sumbangsih UMKM terhadap PDRB, berapa tenaga kerja yang terserap, dan sejauh mana UMKM mampu mengurangi angka kemiskinan," katanya.
Iman mencontohkan sejumlah UMKM binaan Kabupaten Bogor telah berkembang pesat. Salah satunya pelaku usaha di Ciampea yang berhasil mengekspor keripik kulit patin ke Malaysia hingga mencapai sekitar 100 ribu pieces. Selain itu, ada UMKM di Jonggol yang meraih penghargaan Tegar Beriman Award dengan omzet mencapai ratusan juta rupiah.
Menurutnya, keberhasilan UMKM tidak hanya meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.
Di sektor koperasi, Iman juga ingin memetakan jumlah anggota, nilai simpanan, serta kontribusinya terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ia berharap, dengan data yang akurat, pemerintah dapat menunjukkan bahwa UMKM dan koperasi menjadi motor penggerak ekonomi sekaligus instrumen penting dalam menekan angka kemiskinan di Kabupaten Bogor.