BOGOR, CEKLISSATU.COM - Optimis Kota Bogor bebas Stunting, Wakil Wali Kota Bogor sekaligus Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting, Jenal Mutaqin menegaskan komitmen Pemerintah Kota Bogor menekan hingga nol kasus.
Jenal Mutaqin menyebut, berbagai langkah strategis terus dilakukan secara berkelanjutan dengan target menekan angka stunting hingga mencapai nol kasus.
Hal itu disampaikan Jenal Mutaqin saat Kick Off Bantuan Intervensi Stunting bersama Gain Indonesia dan Rumah Zakat di Kantor Kecamatan Bogor Selatan, Selasa (3/1/2026).
“Kami istiqomah berikhtiar memerangi stunting di Kota Bogor. Saya ditunjuk oleh Pak Wali Kota sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan dan Pencegahan Stunting, dan hingga saat ini upaya terus kami lakukan dengan melibatkan berbagai pihak,” ujar Jenal.
Menurut Jenal, upaya penanganan stunting di Kota Bogor melibatkan kontribusi sukarela aparatur sipil negara (ASN) dengan nominal donasi antara Rp50 ribu hingga Rp250 ribu per bulan, serta dukungan dari para donatur dan perusahaan, baik lokal maupun internasional, dengan melalui program sosial CSR yang ada di perusahaan.
Ia juga menjelaskan, bantuan difokuskan pada pemenuhan gizi dan pemulihan anak-anak stunting usia di bawah tiga tahun.
Baca Juga: Rakor TP3S Lintas Sektor, Penurunan Angka Stunting Jadi Prioritas Utama Pembangunan Kabupaten Bogor
Kick Off itu juga melibatkan Rumah Zakat bersama Gain Indonesia memberikan intervensi kepada 71 anak berupa bantuan beras 5 kilogram dan telur 4 kilogram per anak setiap bulan selama enam bulan berturut-turut.
Lebih lanjut Jenal menambahkan, sebelumnya Rumah Zakat juga telah menuntaskan intervensi terhadap 18 anak stunting di wilayah Bogor Utara.
Sementara itu, dari total 203 kasus stunting di Bogor Selatan, sisanya ditangani melalui bantuan sukarela ASN.
Baca Juga: Aplikasi BESTI untuk Percepatan Penanganan Stunting di Kota Bogor Resmi Diluncurkan
Selain bantuan langsung, Pemkot Bogor juga mengembangkan aplikasi BESTI (Bogor Bebas Stunting) untuk meningkatkan transparansi dan mempermudah para donatur melakukan pengecekan terkait perkembangan anak yang dibantunya.
“Melalui aplikasi BESTI, para donatur bisa memantau perkembangan anak yang dibantu setiap bulan. Kami berikan akun khusus agar mereka bisa melihat dokumentasi dan progres anak yang diunggah oleh tim pendamping keluarga dan diverifikasi oleh tim percepatan stunting tingkat kecamatan,” jelas Jenal.
Jenal menyebutkan, secara keseluruhan jumlah kasus stunting di Kota Bogor terus mengalami penurunan. Dari total 1.941 kasus, angka tersebut telah berkurang menjadi 1.588 kasus dibandingkan tahun sebelumnya.
“Insyaallah kami optimistis angka stunting bisa terus menurun, bahkan mencapai zero stunting, jika kolaborasi dan kepedulian semua pihak terus terjaga,” ucapnya.