KABUPATEN BOGOR, CEKLISSATU.COM -- Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol dalam waktu dekat akan segera mengumpulkan pengusaha alias owner tempat wisata dan usaha yang ada di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor.
Hal tersebut pasca banyaknya aksi protes akibat kebijakannya soal penyegelan tempat wisata dan usaha di Puncak, hingga berdampak pula terhadap jumlah pengangguran. Pihaknya menegaskan, akan mengevaluasi kebijakan tersebut
Menteri LH saat ini sedang menyusun terkait bagaimana langkah Kementerian LH selanjutnya.
"Sebelumnya, ada kehadiran tokoh masyarakat ke rumah dinas menteri untuk membicarakan ini. Maka kami akan skenario kan dengan mengundang dan memanggil para owner yang terdampak langsung. Sehingga tidak lagi melalui perantara, agar tidak simpang siur," terangnya.
Meski begitu, ia menegaskan tetap untuk lingkungan adalah harga mati, tidak boleh ditolak, konsepnya.
Menurutnya, bilamana pihak kementerian mentolerir dengan memberikan dispensasi keringanan terhadap suatu kasus maka kasus tersebut menimbulkan kerusakan yang sangat besar pada kemudian hari.
Baca Juga: Bali Hadapi Risiko Banjir Berulang, Menteri LH Hanif Faisol Desak Pengawasan Konversi Lahan
"Mari kita berpikir secara bijak dengan semua sisi, jangan sepihak," tandasnya.
Di sisi lain, terkait pencabutan sanksi, ie menyatakan sudah ada sebagian tempat usaha telah dicabut dan dapat beroperasi kembali. Tetapi sisanya belum, dan masih ditelaah dulu masalahnya.
"Kalau dicabut bukan berarti sanksinya di lepas, masih ada sanksi yang perlu dipenuhi," tuturnya.
Baca Juga: Menteri LH Hanif Faisol Sebut TPPAS Lulut Nambo Segera Dioperasikan, Indocement Siap Jadi Mitra RDF
Ia mengatakan, pihaknya harus tetap mengedepankan ketahanan lingkungan. Karena, setiap ada bencana banjir di kawasan Puncak selalu ada korban jiwa.
"Sudahlah cukup korban yang tiap kali banjir datang ya, ada 17, ada dua orang, tiga orang selalu meninggal. Apakah kemudian kita kompensasi kan dengan sederhana, dibuka mata kita," jelasnya.
Ia menyebutkan, Kementerian LH berencana akan mengoptimalkan fungsi peningkatan kapasitas lingkungan, mulai dari penanaman pohon dan pembuatan embun.
"Karena dari analisa kita, membangun ketahanan lingkungannya lebih utama dulu. Jadi bukan berarti mundur, tapi kita tingkatkan," jelasnya.