KABUPATEN BOGOR, CEKLISSATU.COM– Ketika malam menelan langit Bogor Barat dan jalanan mulai lengang, sebuah dunia lain justru baru terjaga.

Di tengah gelap dan dingin yang membalut udara, Pasar Leuwiliang menggeliat hidup, menyalakan denyut ekonomi rakyat yang tak pernah padam.

Di sinilah tempat para pencari nafkah menggantungkan harapan, tempat kerja keras dan doa bertemu dalam kesibukan yang tak kenal waktu. 

Baca Juga: Warga Kecamatan Nanggung Keluhkan Pelayanan BPJS, DPRD Kabupaten Bogor Janji Tindak Lanjut

Jika pasar lain baru menggeliat saat fajar, Pasar Leuwiliang sudah riuh jauh sebelum ayam berkokok.

Malam yang Ramai Seperti Siang

Sekitar pukul 21.00 WIB, ketika kebanyakan warga Leuwiliang mulai menutup pintu rumah, para pedagang di pasar justru mulai membuka lapak. 

Di bawah cahaya bohlam kekuningan, tumpukan sayur mayur, cabai, dan daun bawang mulai ditata rapi di atas meja kayu.

"Kalau mau dapat pembeli besar, jam segini harus sudah buka," kata Siti (47), pedagang sayur yang datang dari Kampung Cemplang. Ia sudah lebih dari sepuluh tahun berjualan di Pasar Leuwiliang. Rabu, (8/10/2025).

Baca Juga: Ketua Komisi III DPRD Bogor Desak SEGS Adil, Purasari Jangan Hanya Terdampak, Tapi Harus Dapat Manfaatnya

Menurutnya, banyak pembeli dari warung, rumah makan, dan toko kelontong yang datang pada malam hari. "Kalau kesiangan, barang udah tinggal sisa. Jadi ya begini, tidur malam itu cuma mimpi," ujarnya sambil tertawa kecil.