Puncak Kehidupan di Tengah Malam

Ketika jarum jam melintasi tengah malam, denyut kehidupan pasar justru mencapai puncaknya.

Suara truk pengangkut dari Cianten dan Pamijahan terdengar bersahutan. Kuli panggul berlarian cepat, mengangkat keranjang berisi sayur segar di pundak mereka.

Baca Juga: Kades Purasari Ungkapkan Kekecewaan, CSR dan Bonus Produksi dari SEGS Belum Sentuh Warga

Di sela keriuhan, terdengar suara musik dangdut dari speaker tua di salah satu warung kopi. Aroma gorengan panas bercampur dengan bau tanah basah dari hasil panen.

Semua bersatu membentuk aroma khas pasar rakyat, riuh, hidup, dan jujur.

"Pasar ini nggak pernah sepi," tutur Deden (38), kuli panggul yang sudah bekerja sejak remaja.

"Kalau pagi ramai pembeli kecil, malam ramai pedagang besar. Jadi kayak ganti shift aja. Tapi ya, nggak pernah benar-benar berhenti." lanjut dia.

IMG_20251008_081902.webp
RAMAI: Aktivitas Pasar Leuwiliang yang terletak di wilayah Kecamatan Leuwiliang Kabupaten Bogor, selalu ramai dan seolah tanpa henti aktivitasnya selama 24 jam. FOTO: DIDIN KHAERUDIN/CEKLISSATU.COM

Fajar yang Tak Mengakhiri Kesibukan

Saat fajar menyingsing, pasar tak berhenti hanya berganti wajah. Pedagang malam menutup lapak, sementara penjual ikan, ayam potong, dan bumbu dapur mulai mengambil tempat. 

Baca Juga: Bantuan Logistik untuk Warga Terdampak Gempa di Cianten Desa Purasari Kabupaten Bogor Terus Berdatangan

Sinar matahari menembus atap seng yang berembun, mengubah suasana tanpa menghentikan ritmenya.