Menurut Dedie Rachim saat ini ada tantangan yang masih dihadapi dunia pendidikan di Kota Bogor, khususnya terkait kekurangan tenaga pengajar dan upaya efisiensi sekolah melalui program merger.
“Tantangan ke depan memang masih ada potensi kekurangan guru. Karena itu, program merger masih akan menjadi alternatif untuk menyelesaikan persoalan kekurangan guru, terutama di sekolah yang jumlah siswanya sedikit,” jelasnya.
Baca Juga: Perkuat Hubungan Serumpun, Bogor dan Malaysia Jajaki Kerja Sama Pendidikan dan Perdagangan
Pada kesempatan itu, Ia menegaskan bahwa kebijakan merger sekolah bukan semata karena efisiensi anggaran, tetapi juga untuk memastikan mutu layanan pendidikan dapat lebih optimal dan efektif.
“Kalau kita merger karena memang muridnya sedikit, maka tentu akan lebih efektif. Anggaran kan kalau dari Dapodik penyalurannya kurang lebih sama, jadi kalau digabungkan, sekolah bisa lebih efisien,” terang Dedie.
Dengan dilantiknya 22 kepala sekolah baru ini, Pemkot Bogor berharap kualitas manajemen sekolah semakin baik, semangat inovasi pendidikan semakin tumbuh, dan pelayanan terhadap peserta didik semakin optimal.
Baca Juga: BPBD Kota Bogor Catat 836 Laporan Kejadian Sepanjang 2025, Bencana Alam hingga Operasi SAR
“Kalau sudah lengkap, manajemen sekolah bisa berjalan dengan baik dan program-program pendidikan bisa terlaksana dengan lebih sempurna,” pungkasnya.