BOGOR, CEKLISSATU.COM - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menegaskan, Jalan Saleh Danasasmita masih belum aman untuk dilintasi kendaraan, meskipun hingga kini masih banyak pengendara yang nekat melintas di jalur tersebut.
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin mengatakan, pihaknya bersama Wali Kota Bogor telah melakukan pembahasan terkait kondisi Jalan Saleh Danasasmita yang mengalami keretakan hingga dua kali, sehingga tidak layak digunakan, terutama saat cuaca ekstrem.
"Melihat situasi dan kondisi di lapangan, sebetulnya kami tidak memberikan izin. Jalan yang sudah kita aspal kembali retak. Warga perlu tahu kenapa kita tutup, karena retaknya sudah dua kali. Jalur ini memang sudah direkomendasikan tidak boleh digunakan, apalagi saat cuaca ekstrem hujan," ujar Jenal kepada wartawan di Jalan Saleh Danasasmita, Kamis (28/5/2026).
Meski demikian, Jenal mengaku, memahami kesulitan masyarakat yang harus memutar cukup jauh akibat penutupan jalan tersebut.
Menurutnya, sejumlah pengendara, termasuk pengemudi ojek online dan layanan pengantaran makanan, masih diarahkan aplikasi peta digital untuk melintasi jalur tersebut.
"Kami memahami lokasi alternatif cukup jauh dan di aplikasi peta juga belum terinformasi dengan baik. Tadi ada pengemudi online yang masih diarahkan lewat sini. Kami tidak memungkiri warga sangat terdampak," katanya.
Baca Juga: Trase Baru Jalan Batutulis Dibangun, Kawasan Heritage Bogor Disiapkan Jadi Destinasi Wisata Baru
Di sisi lain, Pemkot Bogor juga tengah menyiapkan pembangunan kawasan Leuweung Batutulis sesuai arahan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Nantinya, eks Jalan Batutulis akan diubah menjadi kawasan taman.
Namun, Pemkot Bogor masih melakukan negosiasi dengan pihak kontraktor agar proses penutupan total dapat ditunda sementara.
Rencananya, alat berat yang dijadwalkan turun pada Jumat hanya akan melakukan survei awal.
"Kami mencoba bernegosiasi dengan berbagai pertimbangan. Insyaallah besok sementara survei dulu. Prioritas pengerjaan trase jalan baru terlebih dahulu, baru kemudian Taman Batutulis," ujar Jenal.
Ia menambahkan, Pemkot Bogor tetap mengimbau masyarakat untuk tidak memaksakan diri melintas demi keselamatan.
Sebab, kondisi jalan dinilai rawan longsor dan membahayakan pengguna jalan.
"Kalau saya lebih berpikir lebih baik aman daripada dekat tapi membahayakan. Jalan ini sudah dua kali retak meski sudah diaspal kembali. Artinya memang sudah tidak aman," ucapnya.
Menurut Jenal, pemerintah telah menyiapkan sejumlah solusi, termasuk perbaikan dan pelebaran jalur alternatif di kawasan Pabuaran dan Cipinang Gading.
Namun, sebagian masyarakat masih bersikeras menggunakan akses eks Jalan Batutulis karena dinilai lebih cepat.
"Pemerintah tidak pernah berniat mempersulit masyarakat. Semua langkah yang kami lakukan semata-mata untuk melindungi warga Kota Bogor," tandasnya.