Alfath Alima Hakim, Mojang Pinilih Jabar 2024 dan Wajah Femina, menyoroti pentingnya menghancurkan stigma yang kerap menghambat remaja untuk memeriksakan diri. “Stigma adalah tembok terbesar. Jika kita merobohkannya, lebih banyak orang akan berani mencari bantuan dan menjalani pengobatan,” ujarnya.
Layanan HIV di Bogor Semakin Luas dan Mudah Diakses
KPA Kota Bogor memastikan bahwa perluasan akses layanan kesehatan terus diperkuat. Saat ini:
25 puskesmas dan 22 rumah sakit menyediakan layanan konseling serta tes HIV.
Seluruh puskesmas dan 8 rumah sakit telah membuka layanan PDP (Perawatan, Dukungan, Pengobatan).
11 klinik swasta bekerja sama menyediakan layanan tes HIV, dan tiga di antaranya juga menyediakan layanan pengobatan.
Pemerintah berharap akses yang lebih luas ini mendorong masyarakat, terutama remaja, untuk memeriksakan diri secara dini dan rutin.
Baca Juga: HIV/AIDS di Jabar Tinggi, KPA-nya Malah Dibekukan
Bogor Mantapkan Komitmen Menuju Target Global Three Zero
Melalui sambutan tertulis yang dibacakan Asisten Umum, Wali Kota Bogor menegaskan bahwa HIV bukan hanya isu kesehatan, tetapi juga persoalan sosial, ekonomi, dan kemanusiaan. Pemerintah Kota Bogor memperkuat komitmennya terhadap target Three Zero:
Zero infeksi baru, zero kematian terkait AIDS, dan zero stigma serta diskriminasi.
“Tidak boleh ada lagi rasa takut untuk berobat. Dengan ARV, orang dengan HIV dapat hidup sehat dan produktif seperti masyarakat lainnya,” tegasnya.