Georgian Marcello dari Reka Bogor menerangkan bahwa program REKA PANGAN Inkubasi Bisnis Modal Rasa: Dari Lokal untuk Berkelanjutan, dirancang untuk mencetak wirausaha hijau di sektor pangan dengan memberikan pendampingan intensif, penguatan kapasitas bisnis, serta pemahaman mengenai tanggung jawab lingkungan.
Program ini mendorong lahirnya usaha kuliner pangan yang mampu menciptakan nilai ekonomi kreatif sekaligus menjaga kelestarian sumber daya alam. “Dengan adanya program inkubasi bisnis ini, jejaring pengusaha ekonomi kreatif di Kota Bogor menjadi terbentuk dan terjalinnya silaturahmi diantara para pengusaha itu sendiri,” terangnya.
Program ini berfokus pada kewirausahaan hijau di sektor pangan, dengan mengedepankan inovasi, pemanfaatan potensi lokal, dan prinsip keberlanjutan lingkungan serta sosial. Semangat inovasi dan keberlanjutan yang kuat ditunjukkan oleh para peserta dan pelaku bisnis kuliner hari ini yang kontinyu mengikuti program “Modal Rasa”.
Baca Juga: Indocement Terus Dorong Kemandirian UMKM Masyarakat Desa Mitra, Pendampingan Pelatihan Keterampilan
Modal Rasa mendorong lahirnya ruang bagi generasi muda, pelaku UMKM, dan komunitas kreatif untuk mengembangkan ide bisnis kuliner yang inovatif, berdampak sosial, serta ramah lingkungan. Program ini dirancang sebagai ruang pembelajaran dan pendampingan bagi anak muda agar mampu mengembangkan usaha pangan secara profesional, berdaya saing, dan berkontribusi pada ketahanan pangan berkelanjutan di Kota Bogor.
Melalui program ini, peserta tidak hanya dibekali pengetahuan bisnis, tetapi juga didorong untuk memahami nilai sosial, budaya, dan lingkungan dari produk pangan lokal yang dihasilkan.
Dalam pitching akhir ini, peserta memaparkan pengembangan produk, strategi pasar, manajemen keuangan, keterlibatan masyarakat sekitar, serta komitmen terhadap prinsip keberlanjutan di hadapan para dewan juri, yaitu Noor Rafita (Wakil Ketua Umum Bidang UMKM, Kadin Kota Bogor), Aling Nur Naluri Widianti (Salam Rancage), Adhitya Bhuana Karana (Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bogor), serta Septiva Elin (KRKP).