BOGOR, CEKLISSATU - Dody Ahdiat resmi menjabat Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor, dan kini dirinya telah menyerahkan estafet kepemimpinan lamanya sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bogor kepada Rakhmawati sebagai Kepala Dinas Baru DP3A Kota Bogor.
Setelah jabatan lamanya resmi berpindah, Dody menyampaikan, bahwa di DP3A yang dulu dipimpinnya sedang mempersiapkan diri menuju Kota Bogor mendapat kan predikat Kota Layak Anak (KLA) dari Nindya ke Utama yang sekarang telah memasuki proses tahap akhir.
"Kemarin sudah mengikuti verifikasi lapangan sesuai hybrid dari Kementerian PPA. Artinya sekarang tinggal dikawal oleh kepala dinas (DP3A) yang baru," terang Dody kepada wartawan, Rabu sore (3/7/2025).
Baca Juga: Perantara Kasih Indonesia Ajak 300 Anak Yatim Piatu Berwisata Edukatif ke Samudra Ancol Jakarta
Lebih lanjut Dody mengatakan DP3A juga akan melaksanakan kegiatan skala besar tingkat Kota Bogor dalam memperingati Hari Anak Nasional yang mana rangkaian kegiatannya sudah dimulai dan puncaknya di tingkat nasional akan diselenggarakan di Pekanbaru Riau.
"Nah, di situ akan diumumkan untuk Kota Layak Anak. Mudah-mudahan Kota Bogor yang sebelumnya mendapat predikat KLA Nindya menjadi KLA Utama," harap Dody.
Walau saat ini Dody tidak lagi memimpin DP3A. Namun demikian dirinya percaya dan meyakini bahwa Kepala Dinas DP3A yang baru mampu melanjutkan program-program yang sedang berjalan. bukan hanya itu, ia juga meyakini kasus-kasus kekerasan terhadap anak dan juga perempuan dapat ditekan oleh Kepala Dinas DP3A yang baru yakni. Rakhmawati.
Selain itu Ia menambahkan, bahwa di DP3A memiliki dua divisi diantaranya divisi pencegahan dan divisi penindakan. Dari dua divisi tersebut, dirinya meminta kepada kepala DP3A yang baru untuk mempertajam di divisi pencegahan, karena guna meminimalisir KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga), kekerasan terhadap perempuan dan juga kekerasan terhadap anak.
Baca Juga: Kemenpora Dukung Penuh FORNAS VIII di NTB Tahun 2025
"Kenapa harus dipertajam di divisi pencegahan? Karena memang kasus kasus tersebut di Kota Bogor masih cukup banyak. Bahkan, berdasarkan laporan masyarakat yang kami terima per Juni 2025 lalu, tercatat ada 27 kasus kekerasan terhadap anak dan ini menjadi PR yang harus ditekan oleh kadis yang baru. Tetapi kami percaya dengan pengalaman yang dimiliki Bu Rakhmawati, beliau bisa menjalankannya dengan baik," ujarnya.
Dilokasi yang sama dan menanggapi hal itu, Kepala DP3A yang baru, Rakhmawati mengaku siap untuk melanjutkan tugas-tugas yang sedang berjalan. Namun dalam waktu dekat dirinya akan melakukan rapat konsolidasi terlebih dahulu di internal untuk mendapatkan informasi lebih jauh soal apa saja yang ada di DP3A saat ini.
"Saya kan baru ditugaskan di sini. Yang jelas pertama mungkin saya akan rapat konsolidasi dulu, saya akan mencari dulu apa saja yang sudah dilakukan, yang sedang direncanakan Seperti apa nanti darisana baru bisa ada gambaran kita mau ada terobosan-terobosan apa, disaat saya di tempatkan disini pasti akan melaksanakan kegiatan secara maksimal." jelasnya.